Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Januari 2023 | 06.31 WIB

Wapres Minta Penyaluran Dana Baznas Tidak Dipolitisasi

humas Wapres - Image

humas Wapres

JawaPos.com - Wakil Presiden Ma’ruf Amin merespon kegaduhan penyaluran dana Baznas Jawa Tengah. Seperti diketahui, akhir 2022 lalu sempat heboh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyalurkan dana renovasi rumah untuk kader PDI Perjuangan. Kegiatan sosial ini jadi sorotan karena tertera logo Baznas dalam penyerahan dana sosial tersebut.

Ma’ruf Amin menuturkan, Baznas sudah memiliki aturan dalam menyalurkan atau memberikan bantuan. dana Baznas disalurkan kepada mustahiq atau orang-orang yang patut untuk dibantu. Bentuk bantuannya bisa berupa kegiatan konsumtif maupun kegiatan renovasi rumah atau sejenisnya.

"Tentu dalam pelaksanaan (penyaluran) berkoordinasi dengan pemerintah daerah," kata Ma’ruf Amin di sela kunjungan kerja di Kabupaten Cianjur (4/1).

Dia mengakui dalam penyerahan dana bantuan sosial tersebut, para penerimanya bisa jadi berafiliasi dengan partai tertentu.

Meskipun begitu Ma’ruf mengingatkan, penyaluran dana sosial oleh Baznas pusat maupun daerah seharusnya tidak dikaitkan dengan kepartaian. Penyalurannya tetap merujuk pada ketentuan asnaf atau kemustahikan. Apapun afiliasi partai politiknya, berhak mendapatkan dana sosial Baznas selama memenuhi kriteria sebagai mustahik atau asnaf.

"Saya kira (dana Baznas) tidak di-partainisasi. (Tidak) dipolitisasi bantuan Baznas," tutur Ma’ruf Amin.

Lebih lanjut Ma’ruf Amin juga mengatakan, Baznas harus menjalankan tugasnya membantu umat tanpa melihat latar belakang partainya apa.

Pada kesempatan kunjungan kerja itu, Ma’ruf meninjau tiga titik. Diantaranya adalah titik kerusakan bangunan yang cukup parah di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Cianjur. Ma’ruf meninjau sejumlah rumah warga yang rusak. Selain itu juga berbincang dengan warga korban gempa bumi.

Sebelum bergeser ke lokasi lain, Ma’ruf menyalurkan santunan tahap kedua untuk 478 korban meninggal. Santunan itu diberikan kepada ahli waris, masing-masing mendapatkan Rp 15 juta. Total dana yang disalurkan mencapai Rp 7,1 miliar.

"Musibah ini menjadi peringatan untuk kita lebih sabar. Pemerintah akan terus memantau dan membantu," kata Ma’ruf Amin di hadapan warga.

Menurut Ma’ruf Amin, pemerintah juga telah menaikkan nilai bantuan untuk warga yang mengalami kerusakan rumah. Rumah rusak berat mendapatkan Rp 60 juta, dari sebelumnya Rp 50 juta. Kemudian bantuan rumah rusak sedang naik dari Rp 25 juta menjadi Rp 30 juta. Lalu rumah rusak sedang dari semua Rp 10 juta menjadi Rp 15 juta.

Kemudian bagi warga yang selama ini tinggal di pusat atau episentrum gempa, diputuskan untuk direlokasi. Lokasi relokasi yang dikunjungi Ma’ruf adalah Hunian Tetap Relokasi Tahap II di Desa Murnisari, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur. Di lokasi ini dibangun 200 unit rumah dengan tipe 36 dan dilengkapi dua kamar tidur. Dalam waktu dekat korban gempa dari tiga kecamatan, mulai direlokasi.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore