
humas Wapres
JawaPos.com - Wakil Presiden Ma’ruf Amin merespon kegaduhan penyaluran dana Baznas Jawa Tengah. Seperti diketahui, akhir 2022 lalu sempat heboh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyalurkan dana renovasi rumah untuk kader PDI Perjuangan. Kegiatan sosial ini jadi sorotan karena tertera logo Baznas dalam penyerahan dana sosial tersebut.
Ma’ruf Amin menuturkan, Baznas sudah memiliki aturan dalam menyalurkan atau memberikan bantuan. dana Baznas disalurkan kepada mustahiq atau orang-orang yang patut untuk dibantu. Bentuk bantuannya bisa berupa kegiatan konsumtif maupun kegiatan renovasi rumah atau sejenisnya.
"Tentu dalam pelaksanaan (penyaluran) berkoordinasi dengan pemerintah daerah," kata Ma’ruf Amin di sela kunjungan kerja di Kabupaten Cianjur (4/1).
Dia mengakui dalam penyerahan dana bantuan sosial tersebut, para penerimanya bisa jadi berafiliasi dengan partai tertentu.
Meskipun begitu Ma’ruf mengingatkan, penyaluran dana sosial oleh Baznas pusat maupun daerah seharusnya tidak dikaitkan dengan kepartaian. Penyalurannya tetap merujuk pada ketentuan asnaf atau kemustahikan. Apapun afiliasi partai politiknya, berhak mendapatkan dana sosial Baznas selama memenuhi kriteria sebagai mustahik atau asnaf.
"Saya kira (dana Baznas) tidak di-partainisasi. (Tidak) dipolitisasi bantuan Baznas," tutur Ma’ruf Amin.
Lebih lanjut Ma’ruf Amin juga mengatakan, Baznas harus menjalankan tugasnya membantu umat tanpa melihat latar belakang partainya apa.
Pada kesempatan kunjungan kerja itu, Ma’ruf meninjau tiga titik. Diantaranya adalah titik kerusakan bangunan yang cukup parah di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Cianjur. Ma’ruf meninjau sejumlah rumah warga yang rusak. Selain itu juga berbincang dengan warga korban gempa bumi.
Sebelum bergeser ke lokasi lain, Ma’ruf menyalurkan santunan tahap kedua untuk 478 korban meninggal. Santunan itu diberikan kepada ahli waris, masing-masing mendapatkan Rp 15 juta. Total dana yang disalurkan mencapai Rp 7,1 miliar.
"Musibah ini menjadi peringatan untuk kita lebih sabar. Pemerintah akan terus memantau dan membantu," kata Ma’ruf Amin di hadapan warga.
Menurut Ma’ruf Amin, pemerintah juga telah menaikkan nilai bantuan untuk warga yang mengalami kerusakan rumah. Rumah rusak berat mendapatkan Rp 60 juta, dari sebelumnya Rp 50 juta. Kemudian bantuan rumah rusak sedang naik dari Rp 25 juta menjadi Rp 30 juta. Lalu rumah rusak sedang dari semua Rp 10 juta menjadi Rp 15 juta.
Kemudian bagi warga yang selama ini tinggal di pusat atau episentrum gempa, diputuskan untuk direlokasi. Lokasi relokasi yang dikunjungi Ma’ruf adalah Hunian Tetap Relokasi Tahap II di Desa Murnisari, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur. Di lokasi ini dibangun 200 unit rumah dengan tipe 36 dan dilengkapi dua kamar tidur. Dalam waktu dekat korban gempa dari tiga kecamatan, mulai direlokasi.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
