
Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo jadi moda transportasi favorit masyarakat karena tarifnya yang sangat murah.
JawaPos.com – Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo jadi moda transportasi favorit masyarakat karena tarifnya yang sangat murah. Terutama bagi buruh, naik Trans Jateng bisa menghemat biaya saat berangkat dan pulang kerja.
Tarif Trans Jateng hanya Rp 4.000 untuk semua koridor. Adapun saat ini sudah ada enam koridor Trans Jateng. Yakni rute Semarang-Kendal, Solo-Sragen, Purwokerto-Purbalingga, Semarang-Grobogan, Semarang-Bawen, Magelang-Purworejo.
Rencananya, tahun depan akan dibuka satu koridor lagi dengan rute Solo-Wonogiri. Dengan tarif murah dan rute yang cukup strategis itu, Trans Jateng langsung jadi langganan para pekerja maupun buruh pabrik. Mereka pun kini ramai-ramai memilih menumpang Trans Jateng saat berangkat dan pulang kerja, dibandingkan naik motor sendiri. Apalagi fasilitas Trans Jateng juga sangat baik dan nyaman.
Seperti yang diungkapkan salah seorang buruh PT Sai Apparel Industries Godong, Grobogan, Yuliana. Baginya, tarif yang diberlakukan sangat murah dan ekonomis dibanding dengan transportasi umum maupun pribadi.
"Sangat terbantu karena lebih murah. Ya dengan tarif segitu (Rp 4.000) bisa irit pengeluaran," ujar Yuliana, Rabu (21/12).
Photo
Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo jadi moda transportasi favorit masyarakat karena tarifnya yang sangat murah. (Istimewa)
Dia pun memberi gambaran, dengan memanfaatkan Trans Jateng para buruh hanya butuh mengeluarkan biaya transportasi sebesar Rp 192.000 dalam satu bulan. Nominal itu dengan perhitungan enam hari kerja dalam satu minggu.
Tentu saja, mereka bisa menghemat pengeluaran cukup besar. "Dengan gaji yang diterima, bus Trans Jateng sangat membantu bagi buruh karena murah," tuturnya.
Selain lebih ekonomis, lanjut dia, bus Trans Jateng lebih aman dan nyaman bagi penumpang. Kualitas pelayanan yang prima, ditambah dengan fasilitas bus yang mewah. "Pelayanannya bagus, apalagi bus-nya adem," katanya.
Hal serupa juga diungkapkan, Syafaatun, buruh PT Sai Apparel Industries yang lain. Menurut dia, Bus Trans Jateng telah memiliki jadwal keberangkatan yang tetap, sehingga memudahkan para penumpang.
"Kalau bus mau sampi di tiap halte, ada petugas yang memberi tahu. Tidak khawatir, karena lebih aman," tuturnya.
Photo
Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo jadi moda transportasi favorit masyarakat karena tarifnya yang sangat murah. (Istimewa)
Dia berharap, ke depan jumlah armada Trans Jateng bisa ditambah. Selain itu, juga ada perluasan koridor atau rute."Harapannya bisa sampai di Purwodadi, karena yang sekarang baru sampai Godong," ungkap dia.
Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Grobogan, terdapat 11 industri besar da 34 industri skala sedang. Hasil verifikasi tahun 2018, di Kabupaten Grobogan terdapat 550 perusahaan, dengan jumlah pekerja sebanyak 22.424 orang. Dan, jumlah Serikat Pekerja (SP) / Serikat Buruh (SB) sebanyak 24 Unit Kerja dengan anggota ada 3.005 orang.
Kepala Balai Transportasi Jawa Tengah, Joko Setyawan, mengatakan, bus Trans Jateng hadir sebagai solusi transportasi umum yang mudah, murah dan aman. Bahkan, tak sedikit masyarakat yang naik Trans Jateng karena ingin merasakan suasana transportasi umum yang berbeda.“Selain murah, aman dan mudah, Trans Jateng juga menjadi sarana kemudahan transportasi wisata di Jawa Tengah," terang dia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
