Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Desember 2022 | 18.18 WIB

Wapres: Rumah Tangga Adalah Miniatur Masyarakat

RESTU ORANG TUA: Kaesang didampingi Erina bersimpuh mencium kaki Jokowi setelah akad nikah di Pendopo Agung Royal Amabarrukmo, Sleman, Jogjakarta, kemarin (10/12). Hari ini prosesi dilanjutkan dengan acara resepsi dan ngunduh mantu di Solo. (LAILY RACHEV/ - Image

RESTU ORANG TUA: Kaesang didampingi Erina bersimpuh mencium kaki Jokowi setelah akad nikah di Pendopo Agung Royal Amabarrukmo, Sleman, Jogjakarta, kemarin (10/12). Hari ini prosesi dilanjutkan dengan acara resepsi dan ngunduh mantu di Solo. (LAILY RACHEV/

JawaPos.com - Wakil Presiden Ma’ruf Amin turut menghadiri pernikahan Kaesang dengan Erina kemarin (10/12). Pada kesempatan itu, Ma’ruf sekaligus menyampaikan nasihat pernikahan. Dia menekankan bahwa rumah tangga adalah miniatur masyarakat.

Ma’ruf menuturkan, perkawinan adalah tuntunan agama sekaligus sunah rasul. Dengan pernikahan, manusia terus berkembang biak dan bisa menjadi pengelola sekaligus khalifah Allah di muka bumi. ”Melalui pernikahan dibangun rumah tangga. Rumah tangga adalah miniatur masyarakat,” jelasnya.

Mantan ketua umum MUI itu menuturkan, masyarakat yang baik tecermin dari keluarga-keluarga yang baik. Sebaliknya, rumah tangga yang tidak baik cerminan dari masyarakat yang tidak baik pula. Untuk itu, Ma’ruf mengingatkan bahwa peran rumah tangga sangat penting dalam kehidupan masyarakat.

Selain itu, Ma’ruf menyebut pernikahan di dalam Alquran sebagai mitsaqan ghaliza atau perjanjian yang kuat. ”Di dalam Alquran, ada tiga perjanjian yang kuat,” jelasnya. Perjanjian Allah dengan Bani Israil. Kemudian, perjanjian Allah dengan para nabi. Lalu, yang ketiga perjanjian antara suami dan istri yang diikat dalam perkawinan.

Mengapa perjanjian antara suami dan istri adalah perjanjian yang kuat? Sebab, perjanjian suami istri menyangkut kesepakatan bersama hidup sepanjang masa. Lalu, yang kedua, pernikahan adalah ikatan janji antara mempelai pria dan Allah. Hanya, melalui perantara istri atau mempelai perempuan.

”Karena itu, Ananda Kaesang, ketika Anda sudah mengucapkan saya terima nikahnya, berarti Anda sudah berjanji dengan Allah,” papar Ma’ruf. Janji tersebut harus selalu diingat dan dijaga dengan hati-hati. Termasuk bagi para suami yang lain. ”Termasuk saya, tentu sebagai suami,” katanya.

Di pengujung nasihatnya, Ma’ruf berpesan supaya menjaga dan meluruskan niat. Supaya pernikahan menjadi ibadah. Kemudian, keduanya bisa saling menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing. Misalnya, istri irit bicara atau sebaliknya suka bicara. ”(Misalnya) kalau suami satu kalimat, istrinya kayak petasan, ada,” katanya. Pasti ada sisi-sisi yang menyenangkan dan sisi yang menyebalkan. Harus bisa diterima dengan apa adanya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore