Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Februari 2024 | 18.42 WIB

Kurang Inovasi, Menag Sebut Kampus Keagamaan Bisa Tutup Karena Sepi Peminat

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyoroti keberadaan layanan pendidikan keagamaan.

JawaPos.com - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyoroti keberadaan layanan pendidikan keagamaan. Dia khawatir ke depan kampus-kampus keagamaan tutup karena sepi peminat. Dia meminta pengelolaan kampus keagamaan terus ditingkatkan kualitas dengan berbagai inovasi. 

"Sejak awal saya masuk sampai hari ini, saya lihat masih banyak hambatan. Belum banyak kemajuan berarti," kata pria yang akrab disapa Gus Yaqut pada saat pembukaan Raker Bersama Ditjen Kristen, Katholik, Hindu, Buddha, dan Konghucu di Jakarta (21/2). 

Dia meminta kepada seluruh Dirjen Bimas di Kemenag, untuk memberikan perhatian serius kepada pendidikan keagamaan. Dia mengatakan layanan pendidikan keagamaan Islam maupun agama lainnya, harus terus ditingkatkan. 

"Tolong dilakukan perbaikan serius pendidikan keagamaan. Karena tantangan bangsa ke depan semakin komplek dan besar," tuturnya. 

Untuk mengatasi persoalan tersebut, butuh dukungan SDM yang memiliki moral kuat. Pendidikan keagamaan memiliki peran penting dalam mencetak SDM dengan moral kuat. 

"Saya terus terang masih pesimis pada (layanan) pendidikan agama Islam. Karena secara umum masih begitu-begitu saja," jelasnya. 

Yaqut memandang belum ada inovasi atau terobosan berarti dalam pengelolaan pendidikan keagamaan Islam maupun pendidikan keagamaan lainnya. Karena itu menurutnya, inovasi dan terobosan itu penting. Diantaranya untuk meningkatkan minat masyarakat untuk sekolah atau kuliah di lembaga pendidikan keagamaan. 

"Saya khawatir (lembaga pendidikan keagamaan) akan tutup karena masyarakat tidak tertarik," kata dia. 

Yaqut juga mencontohkan saat ini di sejumlah kampus Universitas Islam Negeri (UIN) jurusan Ushuluddin sepi peminatnya. Sementara jurusan umum seperti Fakultas Kedokteran (FK) sangat ramai peminat, bahkan sampai menolak pelamar. 

"Kalau tidak ada inovasi di bidang pendidikan keagamaan, lama-lama tidak ada mahasiswanya," katanya. 

Yaqut juga mengatakan guru dan dosen harus responsif dengan perkembangan pelajar saat ini. Diantaranya anak-anak sudah bisa belajar dari beragam sumber pendidikan. Bahkan Yaqut mengatakan sudah ada kecenderungan masuk ke masa guru tidak lagi jadi satu-satunya sumber belajar. 

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore