Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Oktober 2022 | 05.51 WIB

Angkaan Berkat Molod, Warna-Warni Peringatan Maulid Nabi di Indonesia

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Rabiul Awal merupakan salah satu bulan yang dinantikan umat Islam. Termasuk keluarga Saufam Mujib, warga Dusun Daun Timur, Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, Gresik. Sebab, di bulan itulah Nabi Muhammad SAW dilahirkan. Tepatnya, pada 12 Rabiul Awal.

Itu artinya keluarga Saufam mesti mempersiapkan tradisi unik menyambut hari besar itu di kampungnya. Yakni, angkaan berkat molod. Tradisi turun temurun saat peringatan Maulid Nabi. ‘’Sudah lama sekali, sebelum saya lahir sudah ada. Sejak nenek moyang,’’ ungkapnya dihubungi Jawa Pos, Sabtu (8/10).

Sepekan sebelum 12 Rabiul Awal tiba, keluarga Saufam pun sudah berbelanja. Beragam jenis barang dibeli. Sebagian besar perkakas rumah tangga. Ada blender, magic com, dan perkakas lain. Lalu, barang-barang itu dirangkai di tempat berbahan kayu. Berhias indah. Warga setempat menyebutnya sebagai berkat.

‘’Saya menyuruh orang untuk merangkai dan menghiasnya. Tidak bisa melakukan sendiri. Ongkosnya sekitar Rp 150 ribu,’’ cerita Saufam.

Melihat beragam barang yang dibeli Saufam, jika dinominalkan jumlahnya lumayan besar. Bisa lebih dari Rp 2,5 juta. Berkat itupun kemudian diangkat ke masjid dusun setempat.

Untuk mengangkatnya, tidak cukup satu orang. Bisa dua sampai empat orang. Tradisi itupun dikenal dengan nama angkaan berkat molod. ‘’Ini salah satu wujud syukur dan kegembiraan dalam menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW,’’ ucap Saufam.

Tidak hanya keluarga Saufam. Ratusan warga lainnya juga membuat angkaan berkat molod tersebut. Jenis barangnya beragam. Mulai perabot rumah tangga, hasil bumi, buah-buahan, busana muslim dan lainnya. Bahkan, juga berhias uang tunai. Menariknya, mata uang itu dari berbagai negara. Ada ringgit Malaysia, dolar Singapura, dolar Amerika hingga riyal Arab Saudi.

Hiasannya juga beragam bentuk. Indah-indah dan menarik. Salah satunya berwujud perahu. Panitia tidak memaksa dan tidak memberikan batasan kepada warga. Terserah saja. Tidak membuat, juga tidak ada masalah. Tiba waktunya, angkaan berkat molod itupun ramai-ramai dibawa ke Masjid Baitul Mu'minin. Warga kampung semua diundang untuk datang. Lalu, bersama-sama menyemarakkan Maulid Nabi.

Menurut Mujib Arsyad, pengurus takmir Masjid Baitul Mu'minin, Dusun Daun Timur, hadiah uang saat peringatan Maulid Nabi itu juga berasal dari warga perantau di luar negeri. Ada yang di Malaysia, Singapura, Malaysia, Brunai, dan negara lainnya. Mereka berkirim uang ke Indonesia melalui keluarganya di Pulau Bawean. Untuk disedekahkan ke masjid. Warga menyebutnya robit atau hadiah.

‘’Para perantau itu berharap keberkahan Maulid Nabi Muhammad SAW. Jika dirupiahkan, total semuanya mencapai Rp 40 juta. Uang tersebut langsung dimasukkan sebagai kas masjid,’’ ungkap Mujib.

Pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini, ada sebanyak 117 angkaan berkat molod. Nilai nominalnya untuk setiap berkat itu juga cukup besar. “Alhamdulillah, rata-rata sampai Rp 3 juta untuk angkaan molod kali ini,” ujar alumni Pondok Pesantren Mambaus Sholihin, Suci, Kecamatan Manyar, Gresik, itu.

Khusus uang tunai, dimasukkan ke kas masjid. Nah, barang-barang angkaan berkat molod lainnya ditukar. Antar milik warga satu dengan warga lainnya. Sistem penukarannya undian. Panitia memasang nomor pada ratusan berkat itu. Warga yang pembawa berkat diberi nomor. Lalu, panitia mengundinya.

‘’Dapat berkat molod kecil ataupun besar, sama saja. Warga menerimanya. Kalau kebetulan dapat besar, sudah rezekinya. Semuanya ikhlas berbagi,’’ paparnya.

Mujib menjelaskan, perayaan Maulid Nabi di kampungnya itu memang merupakan warisan leluhur. Tujuannya, menyambut bulan kelahiran Rasulullah itu dengan riang gembira dan berbagi untuk sesama.

“Alhamdulillah, warga di sini kompak. Mulai pagi sampai sore juga digelar salawatan dan lantunan barzanji di masjid. Suasana pun terasa khidmat dan khusyuk,” ujar Mujib,

Tradisi angkaan berkat molod itu sebetulnya sangat berpotensi menjadi salah satu event wisata budaya tahunan, sembari menikmati beragam pilihan keindahan alam dan panorama laut di wilayah berjuluk Pulau Putri itu. Namun, sejauh ini upaya untuk mempromosikannya dari pemerintah terasa kurang.

Di banyak desa lain, di Pulau Bawean, juga ada tradisi angkaan berkat molod. Yang jelas, semarak umat Islam memperingati Maulid Nabi ada di mana-mana. Mulai dari gang-gang, pelosok kampung, lembaga pendidikan, pesantren, hingga ke kawasan perkotaan. Dengan beragam jenis kegiatan dan kearifan lokal masing-masing.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore