Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Februari 2024 | 20.50 WIB

Debat Pemungkas, Tiga Capres Beradu Program Makan Gratis hingga Upah Layak

Capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menyapa para pendukung saat tiba di lokasi debat kelima Pilpres 2024 di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Minggu (4/2/2024). - Image

Capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menyapa para pendukung saat tiba di lokasi debat kelima Pilpres 2024 di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Minggu (4/2/2024).

JawaPos.com – Debat kelima yang menampilkan para calon presiden tuntas tadi malam. Dalam debat pemungkas tersebut, tiga capres terkesan tampil hati-hati.

Nyaris tidak ada kritikan tajam dan saling serang seperti pada debat-debat sebelumnya.

Debat terakhir membahas tema kesejahteraan rakyat (kesra) yang terbagi dalam delapan subtema. Yakni, kesejahteraan sosial, kebudayaan, pendidikan, teknologi informasi, kesehatan, ketenagakerjaan, sumber daya manusia, dan inklusi.

Prabowo Subianto yang lebih awal melakukan pemaparan menyatakan, di bidang kesra, visi besar tertuang dalam strategi transformasi bangsa. Visi tersebut merupakan upaya untuk mempercepat kemakmuran dan memperbaiki kualitas hidup manusia Indonesia. Strategi itu dituangkan dalam sejumlah program. Pertama, memberi makanan bergizi untuk ibu hamil dan anak-anak usia dini. ”Ini akan mengatasi angka kematian ibu waktu melahirkan. Ini akan mengatasi kurang gizi anak stunting. Ini akan menghilangkan kemiskinan ekstrem,” ujarnya. Di sisi lain, program itu juga menyerap semua hasil panen para petani dan nelayan. Dampak lainnya adalah pertumbuhan ekonomi.

Kedua, di bidang kesehatan, Prabowo akan membangun rumah sakit modern di setiap kabupaten/kota. Dia juga berjanji membangun puskesmas modern di setiap desa se-Indonesia. Dari sisi SDM, paslon nomor urut 2 itu akan mengatasi kekurangan 140.000 dokter dengan menambah fakultas kedokteran dari 92 menjadi 300 dan berbagai beasiswa luar negeri.

Capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD berpose usai tiba di lokasi debat kelima Pilpres 2024 di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Minggu (4/2/2024).

Di bidang pendidikan, Prabowo akan memperbaiki gaji guru honorer serta meningkatkan kompetensi guru. ”Sehingga mereka bisa memberi pelayanan kepada rakyat dengan sebaik-baiknya,” imbuhnya.

Sementara itu, calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo mengambil visi bidang kesra dari salah satu trisakti Bung Karno. Yakni, kepribadian dalam kebudayaan. Di bidang kesehatan, Ganjar akan menjamin pelayanan kesehatan di setiap desa melalui program 1 desa, 1 faskes, 1 nakes. Dengan program tersebut, setiap ibu, anak, lansia, penyandang disabilitas, hingga masyarakat adat akan mendapatkan peran yang sama dalam layanan kesehatan.”Di daerah-daerah terisolir mereka membutuhkan akses ini dengan sangat bagus,” ujarnya.

Jika kesehatan baik, lanjut dia, pendidikan dan kebudayaan bisa dibangun bersama-sama. Di bidang pendidikan, Ganjar memaparkan gagasan pendidikan lebih inklusi, kurikulum yang mantap, dan fasilitas terbaik. ”Termasuk memperbaiki kesejahteraan guru dan dosen,” terangnya.

Dengan pendidikan dan keterampilan, generasi muda punya peluang mendapatkan pekerjaan yang baik dan berimplikasi pada upah yang layak. Tak hanya itu, dalam pembangunan manusia, Ganjar juga menekankan pada budi pekerti sehingga menjadi manusia yang lengkap.

Capres-cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar tiba di lokasi debat kelima Pilpres 2024 di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Minggu (4/2/2024).

Ganjar juga menyentil elite politik yang mesti menjadi contoh demokratisasi kehidupan yang baik. ”Seperti Pak Mahfud contohkan dia mundur, agar ini membangun integritas yang baik,” kata Ganjar.

Sementara itu, Anies Baswedan tetap membawa visi perubahan dalam bidang kesra. Dia menilai, baik di bidang kesehatan, pendidikan, maupun teknologi, saat ini masih terjadi ketimpangan. ”Ini semua adalah ketimpangan yang hari ini menjadi fenomena membahayakan bagi republik ini,” ujarnya.

Karena itu, dia bertekad untuk mengembalikan semangat kesetaraan sesuai cita-cita bangsa. ”Apa masalah hari ini? 45 juta orang belum bekerja dengan layak, bicara jaminan sosial, lebih dari 70 juta orang tidak punya jaminan sosial,” imbuhnya.

Di sektor pendidikan, fasilitas dan kualitas di desa jauh dari yang ada di kota. Hal sama juga terjadi pada layanan kesehatan. Karena itu, mantan gubernur Jakarta tersebut bertekad mengakhiri ketimpangan itu. Dia ingin memastikan masyarakat mendapat pelayanan untuk mewujudkan kehidupan yang sehat. Jika ada yang sakit, bisa segera mendapat pertolongan. Dengan program tersebut, anak-anak akan tumbuh menjadi orang-orang yang cerdas. Keluarga juga akan sejahtera karena para pekerja mendapat upah yang layak.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore