Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Februari 2024 | 14.14 WIB

Ahok Mundur dari Jabatan Komisaris Utama Pertamina Demi Ganjar-Mahfud, Segini Gaji yang Ditinggalkannya

Ahok menyatakan mundur sebagai komisaris utama Pertamina usai menyatakan mendukung paslon Ganjar-Mahfud - Image

Ahok menyatakan mundur sebagai komisaris utama Pertamina usai menyatakan mendukung paslon Ganjar-Mahfud

JawaPos.com - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengumumkan telah mengundurkan diri sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), pada Jumat, 2 Februari 2024. Hal ini sebagaimana disampaikan Ahok melalui akun Instagram pribadi, @basukibtp, pada Jumat, 2 Februari 2024.

Melalui unggahan di akun Instagram tersebut, Ahok memperlihatkan surat pengunduran diri yang diserahkannya kepada perusahaan pelat merah yang sudah menjadi tempatnya berkarier selama kurang lebih 4 tahun.

"Unggahan ini merupakan bukti tanda terima Surat Pengunduran Diri saya sebagai Komisaris Utama PT. Pertamina (Persero) yang saya serahkan hari ini, 2 Februari 2024," kata Ahok.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengungkapkan alasan dirinya memutuskan diri untuk mundur sebagai Komisaris Utama di perusahaan pelat merah ini. Adapun keputusannya didasari pada dukungan terhadap calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 3, yaitu Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

Menurutnya, keputusan ini menjadi penting agar semua pihak tidak lagi bingung terkait arah politik yang dia tentukan.

"Kalau gajinya gubernur cuma Rp 7 juta lebih sebulan. Tunjangan uang makan kira-kira Rp 30 juta, memang ada semua. Ada mobil, supir. Tapi kalau di Pertamina, kita dapet Rp 170 juta gaji," kata Ahok, seperti dikutip Jumat (2/2).

Namun, Ahok mengatakan menjadi Gubernur lebih menyenangkan dibandingkan menjadi Komisaris. Pasalnya, kata dia, ketika menjadi Gubernur dirinya bisa menolong banyak orang dengan dana operasional. Sementara jika menjadi komisaris tidak bisa.

"Jadi Gubernur lebih enak karena bisa nolong orang banyak. Saya punya dana operasional itu satu bulan kita pakai Rp 3 miliar untuk bantu orang miskin. Langsung saya transfer ke rekening masing-masing. Bahkan, tanpa Wagub, itu bisa Rp 4 miliar lebih dana operasional dalam satu bulan. Kita bisa bantu apa saja ke masyarakat membutuhkan," jelasnya.

"Terutama yang ijazahnya nyangkut ya, kadang-kadang ada orang ijazah nyangkut, butuh beli obat, BPJS. Itu tiap pagi datang orang minta bantuan, kita kasih saja," imbuh Ahok.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore