Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Februari 2024 | 20.10 WIB

Solusi untuk Pengungsi Rohingya Jadi Pembahasan dalam Forum AICIS

Diskusi forum ASEAN Religious Leaders Summit rangakaian acara AICIS di UIN Walisongo Semarang (2/2). - Image

Diskusi forum ASEAN Religious Leaders Summit rangakaian acara AICIS di UIN Walisongo Semarang (2/2).

JawaPos.com - Isu penanganan pengungsi Rohingya menjadi salah satu bahasan dalam Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2024 di UIN Walisongo, Semarang. Forum ilmiah yang diikuti akademisi dan tokoh agama itu bakal membahas dan merumuskan solusi pengungsi Rohingya.

Ketua Steering Committee AICIS 2024 Mukhsin Jamil menyatakan sampai sekarang masih terjadi dinamika agama dan identitas etnis dalam konflik di Asia Tenggara. Terutama krisis Rohingya di Myanmar dan penerimaannya di Aceh masih menjadi lanskap sosio-politik yang kompleks dan dilematis.

"Isu Rohingya secara langsung bersinggungan dengan hukum internasional dan maqasid al-shari'ah," kata Mukhsin di UIN Walisongo pada Jumat (2/2).

Dia mengatakan, implikasi hukum internasional terhadap pengungsi Rohingya menunjukkan adanya tantangan yang tak mudah dalam menciptakan keadilan dan perlindungan hak asasi manusia dalam skala global.

Isu Rohingya sendiri telah dikupas oleh para peneliti melalui sejumlah riset. Ini seperti terpotret dalam artikel Almirah Meida Risfina tentang "Government Policy for Handling Rohingya Refugees".

Almirah menekankan pentingnya keseimbangan antara hukum dan etika berdasarkan teori Maslahah Mursalah Asy Syatibi. “Disebutkan bahwa kebijakan pemerintah terhadap pengungsi Rohingya, berdasarkan teori Maslahah Mursalah Asy Syatibi, mengharuskan adanya keseimbangan antara hukum dan etika,” tutur Mukhsin.

Kemudian, peneliti lain Maftuh dalam Harmonization of Maqashid Sharia and International Law. Dia menyoroti kompleksitas perspektif Islam terhadap suaka politik yang semakin memperumit permasalahan pengungsi Rohingya di Aceh, mengingat prinsip keadilan dan perlindungan hak asasi manusia dalam Islam.

Selain itu, Mulizar dalam Dinamika Eksistensi Etnis Rohingya di Negeri Syariat Aceh menggambarkan dinamika ulama dan umara dalam membentuk keberadaan etnis Rohingya berdasarkan pertimbangan etis dan kepentingan masyarakat.

Sementara itu, Hapid Durohman dalam Analysis of Pros and Cons Regarding the Arrival of Rohingya Refugees menganalisis implikasi agama, kemanusiaan, dan sosio-ekonomi dalam identitas dan kewarganegaraan pengungsi Rohingya. Kemudian Yudi Hamsah dalam penelitiannya, Conflict between Human Rights and Social Stability mengungkap kompleksitas krisis Rohingya dari sudut pandang etika dan keamanan.

Mukhsin menjelaskan, studi-studi tersebut menyoroti tantangan yang dihadapi dalam menciptakan keadilan dan perlindungan hak asasi manusia dalam skala global terkait implikasi hukum internasional terhadap pengungsi Rohingya. "Melalui analisis yang komprehensif, studi-studi ini berkontribusi untuk memahami berbagai dimensi krisis pengungsi Rohingya dan implikasinya terhadap upaya kemanusiaan global dalam lanskap sosial-politik-agama," pungkasnya. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore