
DOAKAN PEMILU DAMAI: Gus Baha berdiskusi dengan Irjen Asep Edi Suheri (dua dari kanan), Brigjen Yuyun Yudhartara (tiga dari kanan), serta para petinggi NCS di Rembang kemarin.
JawaPos.com - Kaops Nusantara Cooling System (NCS) Irjen Pol Asep Edi Suheri sowan ke KH Ahmad Bahauddin Nursalim di Desa Narukan, Rembang, kemarin (31/1). Ulama yang akrab disapa Gus Baha itu memberikan pesan untuk mengutamakan kepentingan bersama demi persatuan dalam Pilpres 2024.
Irjen Asep disambut Gus Baha dan adiknya, Gus Umam Nursalim, saat tiba di rumah pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Lembaga Pembinaan Pendidikan dan Pengembangan Ilmu Al-Qur’an (LP3IA) tersebut.
Irjen Asep mengatakan bahwa dirinya datang untuk meminta Gus Baha mengajak masyarakat Indonesia menjaga situasi aman dan damai saat Pemilu 2024. "Gus Baha menyambut hangat. Kami harap Gus Baha mengajak masyarakat untuk menciptakan pemilu damai," tuturnya.
Sementara itu, Gus Baha mengatakan, seluruh masyarakat harus menjaga kearifan, menghormati perbedaan, menjaga keamanan, dan menjalani proses pemilu secara adil. "Kontestan pemilu dan pendukungnya diharapkan mempunyai jiwa besar, mengutamakan kepentingan bersama demi persatuan dan kesatuan bangsa," paparnya.
Persiapan Debat Terakhir
KPU dan tim pasangan calon menuntaskan teknis debat terakhir. Sesuai kesepakatan, debat terakhir digelar pada 4 Februari di Jakarta Convention Center (JCC). Tema yang disepakati adalah Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Kebudayaan, Teknologi Informasi, serta Kesejahteraan Sosial dan Inklusi. Tema tersebut akan dibedah dan dirumuskan pertanyaan oleh 12 panelis.
Kemarin nama-nama panelis juga telah ditetapkan. Yakni, Aminuddin Syam (guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin), Asep Saepudin Jahar (rektor UIN Jakarta 2023–2027), Bahruddin (anggota BAN POM), Damar Juniarto (penasihat SAFEnet), dan Emiritus P.M. Laksono (guru besar Antropologi UGM).
Kemudian, Imam Prasodjo (sosiolog UI), Onno Widodo (wakil rektor Institut Teknologi Tangerang Selatan), Reni Kusumowardhani (psikolog HIMPSI), Timboel Siregar (BPJS Watch), Tolhas Damanik (aktivis disabilitas), Tukiman Tarunasayoga (dosen Penyuluhan Pembangunan UNS), dan Vina Adriany (guru besar di bidang PAUD UPI).
Komisioner KPU August Mellaz mengatakan, secara teknis, debat kelima tak jauh berbeda dengan sebelumnya. Mulai dari segmen, alur, hingga jumlah penonton yang masuk dalam mimbar. (idr/wan/far/lum/lyn/c9/c7/c18/oni)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
