
Menteri BUMN Erick Thohir dan Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam konferensi pers di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (11/2/2022). Kedatangan Menteri BUMN Erick Thohir melaporkan dugaan korupsi di lingkungan PT Garuda Indon
JawaPos.com - Keberhasilan Kejaksaan Agung membongkar beragam kasus besar, mulai dari kasus penyerobotan lahan yang diduga dilakukan PT Duta Palma Group, kasus Garuda, termasuk kasus di PT PLN pada 2016, berdampak pada peningkatan persepsi publik terhadap kinerja Korps Adhyaksa.
Dalam sejumlah survei, tingkat kepercayaan publik terhadap Kejaksaan justru lebih tinggi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Peneliti Indikator Politik Indonesia (IPI) Bawono Kumoro mengatakan, dalam beberapa survei terakhir, persepsi publik terhadap kinerja Kejaksaan Agung lebih baik jika dibandingkan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Hal itu terutama bermula saat gebrakan Kejagung dalam persoalan minyak goreng. Temuan survei kami menunjukkan dukungan publik untuk penuntasan kasus ini sangat tinggi,” kata Bawono saat dihubungi media, seperti dikutip Rabu (10/8).
Menurut Bawono, Kejaksaan Agung sebagai bagian dari penegak hukum ingin juga menunjukkan kontribusi mereka terhadap penegakan hukum di negeri ini, terutama dalam kasus tindak pidana korupsi
“Keseriusan Kejaksaan Agung atas penangan kasus hukum ini, (termasuk) tindak pidana korupsi, akan berpengaruh pada persepsi dari publik terhadap pemerintah dan kondisi penegakan hukum secara nasional,” jelas Bawono.
Dalam data Indonesian Corruption Watch (ICW), sejak 2021 Korps Adhyaksa telah menangani 371 kasus. Sementara Kepolisian menangani 130 kasus, dan KPK hanya 32 kasus korupsi.
Kinerja Kejaksaan Agung pun terpantau meningkat sejak 2020. Pada tahun tersebut, ada peningkatan kasus dari 109 menjadi 259 kasus, atau setara 137 persen.
Menurut mantan penyidik KPK Yudi Purnomo, Kejaksaan Agung unggul dalam penanganan korupsi karena lebih berani menangani kasus bernilai besar. Ini juga didukung oleh beberapa petinggi Kejaksaan Agung yang pernah mengabdi di KPK, seperti mantan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung Supardi.
Sementara itu, KPK justru banyak kehilangan peneliti terbaiknya setelah polemik tes wawasan kebangsaan (TWK). Kasus itu membuat sekitar 80 orang pegawai KPK keluar dari lembaga tersebut.
“Padahal KPK dulu dikenal karena integritas karyawannya dan berani mengungkap kasus besar,” kata Yudi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
