
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti memberi apresiasi Rumah Sakit Prima Pekanbaru yang dinilai sukses menyinergikan antrean online dengan sistem BPJS Kesehatan dalam rangka memberikan kepastian waktu pelayanan kepada peserta JKN-KIS yang datang b
JawaPos.com - Implementasi antrean online oleh Rumah Sakit Prima Pekanbaru mendapat apresiasi dari Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti. Rumah Sakit Prima Pekanbaru dinilai sukses menyinergikan antrean online dengan sistem BPJS Kesehatan dalam rangka memberikan kepastian waktu pelayanan kepada peserta JKN-KIS yang datang berkunjung.
Direktur Rumah Sakit Prima Pekanbaru, Irana Oktavia menyatakan bahwa meski memerlukan proses yang tidak sebentar untuk menyempurnakan implementasi antrean online tersebut, pihaknya berupaya konsisten melakukan perbaikan dan percepatan adaptasi agar sistem antrean online berjalan seperti yang diharapkan. Pihaknya juga aktif berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan selama proses tersebut.
“Kalau istilahnya, di era yang serba digital seperti sekarang, kita harus gercep (gerak cepat - red) beradaptasi dengan teknologi. Hal ini tidak lain untuk memudahkan pasien JKN-KIS yang akan memperoleh pelayanan kesehatan di rumah sakit. Kami segera mengumpulkan tim IT, menentukan langkah-langkahnya, dan melakukan sosialisasi kepada jajaran internal agar penerapan antrean online berjalan optimal. Ternyata peserta JKN-KIS senang dengan digitalisasi ini. Kami juga secara aktif membantu pasien yang kesulitan mengunduh Mobile JKN karena kurang familiar dengan teknologi smartphone,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Ghufron mengungkapkan bahwa upaya yang dilakukan RS Prima Pekanbaru sudah cukup baik. Ia pun terkesan dengan komitmen pihak RS yang mengutamakan kenyamanan dan kepuasan peserta sebagai salah satu upaya peningkatan mutu layanan penyelenggaraan Program JKN-KIS.
"Kami tentu ingin agar peserta JKN-KIS bisa nyaman, bahagia, dan puas saat berobat. Keinginan ini sejalan dengan misi Rumah Sakit Prima Pekanbaru. Rumah sakit ini sudah melakukan banyak lompatan positif, seperti ada pilihan obat terhadap diagnosis, pilihan layanan antar obat bagi pasien JKN-KIS, hingga optimalisasi pengelolaan riwayat rekam medis pasien," ujar Ghufron.
Kemudahan ini dirasakan pula oleh Sinta (30), peserta JKN-KIS yang berasal dari Kabupaten Kampar. Menurut Sinta yang tengah menemani ibunya kontrol ini, ada perbedaan yang cukup signifikan antara sebelum menggunakan antrean online dan sesudah menggunakan antrean online.
"Jujur kami lebih nyaman berobat sejak ada antrean online ini, sebab ada kepastian waktu tunggu. Kalau dulu melalui website rumah sakit dan kita harus foto-foto berkas seperti Kartu Keluarga (KK), kartu BPJS Kesehatan, dan surat kontrolnya, jadi prosesnya lebih ribet. Sementara sekarang, cukup dengan Mobile JKN saja sudah beres, sebab semua data yang diperlukan sudah langsung tertera, mulai data peserta hingga tanggal kontrol," ungkap Sinta.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
