Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 April 2022 | 00.50 WIB

Rerie: Stunting Bukan Hanya Masalah Kesehatan, Tapi Persoalan Bangsa

dok MPR RI - Image

dok MPR RI

JawaPos.com - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, persoalan stunting menjadi salah satu masalah yang harus segera ditangani di Indonesia. Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebutkan angka prevalensi stunting sebesar 24,4 persen.

Menurut Rerie sapaan akrab Lestari Moerdijat, masalah stunting bukan soal kesehatan, tetapi juga mempengaruhi ketahanan bangsa. Dia mendesak pengentasan stunting tidak hanya menetapkan angka-angka, tetapi direalisasikan dalam berbagai langkah untuk mewujudkan target tersebut.

"Bagaimana generasi penerus yang kekurangan gizi bisa mempertahankan kedaulatan negeri ini?" ujar Rerie saat membuka diskusi daring bertema 'Mengantisipasi Generasi yang Hilang Akibat Stunting'.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan, Erna Mulati, mengungkapkan Indonesia mengalami double burden terkait kekurangan gizi, baik secara mikro maupun makro nutrisi. Erna menilai ancaman stunting semakin besar pascabalita mendapat makanan tambahan.

Erna mengungkapkan Kemenkes telah melakukan upaya untuk mencegah stunting. Salah satunya intervensi gizi sebelum kelahiran dan setelah bayi lahir.

Intervensi sebelum kelahiran, jelas Erna, ditujukan kepada remaja putri dan Ibu hamil melalui pemberian tablet tambah darah dan tambahan asupan gizi. Sedangkan intervensi gizi setelah kelahiran, melalui pemberian ASI eksklusif dan makanan pelengkap ASI. Sasaran intervensi gizi saat ini tercatat 12 juta remaja putri dan 4,8 juta Ibu hamil.

Ketua Komisi IX DPR, Felly Estelita Runtuwene, mengungkapkan upaya mengatasi stunting merupakan hal yang penting. Sebab, dampak stunting dapat menekan PDB sebesar 3 persen per tahun.

Felly mengatakan Indonesia perlu belajar dari Peru yang mampu menekan angka stunting sebesar 14 persen dalam 8 tahun. Upaya serius dan program spesifik, terutama  pada 1.000 hari pertama kehidupan bayi, harus terus digencarkan.

"Sangat diperlukan program spesifik yang punya daya angkat, sehingga harus ada konvergensi antar sektor untuk mewujudkan Indonesia dengan pravelensi stunting yang lebih baik," kata dia.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore