
Ilustrasi buku nikah. Dok JawaPos
JawaPos.com–Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya kini memiliki 148 orang profesor. Selasa (15/3), bertambah lagi tiga orang profesor baru.
Ketiga profesor baru ITS tersebut berasal dari tiga bidang ilmu berbeda. Yakni dari Departemen Teknik Elektro, Departemen Kimia, dan Departemen Teknik Fisika yang dikukuhkan secara resmi di Gedung Research Center ITS, Selasa (15/3).
Dalam prosesi pengukuhan yang dipimpin Ketua Dewan Profesor (DP) ITS Imam Robandi tersebut digelar secara hybrid. Prosesi digelar secara luring dihadiri beberapa pimpinan tinggi ITS dan masing-masing keluarga dari ketiga profesor baru tersebut.
Orasi ilmiah diawali Prof. Dr. Eng. I Made Yulistya Negara ST. MSc. dengan topik penelitian bertajuk Karakteristik Corona Discharge sebagai Deteksi Dini Kerusakan Peralatan Sistem Energi Listrik.
”Sistem peralatan elektrik untuk transmisi energi listrik membutuhkan bahan isolasi sebagai pemisah bagian bertegangan dan tidak bertegangan,” jelas I Made Yulistya Negara, dosen Departemen Teknik Elektro ITS yang dikukuhkan sebagai profesor ke-146 ITS itu.
Bahan isolasi yang juga disebut bahan dielektrik itu sangat rentan terhadap medan listrik lokal. Salah satu penyebab medan listrik lokal yang tinggi adalah ketidakmurnian dan cacat bahan isolasi yang akan menimbulkan fenomena partial discharge (PD). Fenomena PD pada dielektrik gas inilah yang disebut dengan corona discharge.
”Corona discharge ini perlu dideteksi sedini mungkin untuk menghindari kegagalan bahan dielektrik pada peralatan elektrik,” ungkap I Made Yulistya Negara.
Berikutnya Prof. Adi Setyo Purnomo Ssi. MSc. PhD., dosen Departemen Kimia ITS membawakan orasi ilmiah bertema biodegradasi limbah. Dengan tajuk Peran Jamur Pelapuk Kayu sebagai Agen Pendegradasi Limbah Industri.
”Limbah pewarna sintetis merupakan senyawa stabil yang sulit terdegradasi di alam dan membahayakan kesehatan manusia bila terhirup,” tutur Adi, lelaki asal Surabaya itu.
Profesor ke-147 ITS itu menjelaskan, salah satu metode pengolahan limbah pewarna yang efektif dengan biodecolorization dengan menggunakan organisme (jamur dan bakteri) sebagai agen penghilang warna. Metode tersebut menawarkan metode yang aman, efisien, dan ekonomis.
”Jamur pelapuk kayu jenis pelapuk cokelat memiliki sistem yang lebih cepat dan efektif untuk mendegredasi polutan organik dibandingkan jamur lain,” tambah Adi, alumnus Departemen Kimia ITS tersebut.
Orasi ilmiah diakhiri Prof Totok Ruki Biyanto ST. MT. PhD., dengan orasi berjudul Peran Optimasi dan Pengendalian Proses dalam Menyukseskan Pembangunan Manusia dan Alam Hijau Berkelanjutan di Indonesia.
”Pengendalian dan optimasi proses merupakan aksi mencapai kinerja dan keuntungan terbaik dalam pembangunan manusia, namun tetap menjaga kelestarian alam,” ucap Totok, yang juga dosen Departemen Teknik Fisika ITS itu.
Lebih dalam, profesor ke-148 ITS tersebut menyampaikan, peran optimasi dan pengendalian dalam praktik hijau mampu meningkatkan keekonomisan dan profibilitas. Beberapa industri menerapkan praktik hijau sekedar pemenuhan persyaratan hukum. Nyatanya, optimasi praktik hijau dan keuntungan ekonomi sangat berhubungan erat.
”Penelitian berfokus pada pengurangan bahan kimia, pengembangan produk yang lebih ramah lingkungan, serta menghasilkan profit maksimum,” terang Totok yang menjabat kepala Laboratorium Instrumentasi, Kontrol, dan Optimasi Departemen Teknik Fisika ITS.
Rektor ITS Mochamad Ashari turut memberikan ucapan selamat kepada tiga profesor yang baru saja dikukuhkan. Rektor yang kerap disapa Ashari itu berharap lahirnya profesor di ITS dapat terus meningkat dan inovasi di ITS dapat semakin bertumbuh.
”Semoga gelar baru ini mampu memberikan manfaat bagi keberlangsungan hidup manusia dan terus memajukan kemanusiaan,” tutur Ashari.
Ketua Dewan Profesor ITS Prof. Dr. Ir. Imam Robandi MT., turut menyampaikan pidato pengukuhan. Profesor dari Departemen Teknik Elektro ITS yang juga dikenal sebagai seorang dalang itu mengucapkan selamat kepada ketiganya. ”Teruslah berinovasi membawa kemajuan bagi bangsa ini,” ujar Imam.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
