Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 Februari 2022 | 17.32 WIB

Jokowi Beberkan Alasan BOR di RS Masih Terkendali

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi memulai pembangunan (groundbreaking) proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Senin (24/1). Indra Arief/Antaraa - Image

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi memulai pembangunan (groundbreaking) proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Senin (24/1). Indra Arief/Antaraa

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kondisi keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit masih terkendali, walaupun angka penularan Covid-19 akibat varian Omicron mengalami lonjakan tajam.

Jokowi menjelaskan alasan BOR di rumah sakit masih terkendali, lantaran tingkat fatalitas Omicron lebih rendah dibandingan dengan varian Delta. Meskipun varian Omicron memiliki penularan yang cepat.

"Varian Omicron ini memang tingkat penularannya tinggi, namun tingkat fatalitasnya lebih rendah dibandingkan dengan varian Delta," ujar Jokowi di YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (4/2).

Jokowi memberikan contoh banyak BOR di negara-negara lain masih sangat terkendali. Hal ini karena tingkat fatalitas Omicron lebih rendah dibandingan varian Delta.

"Hal ini bisa terlihat dari kasus Covid-19 di beberapa negara di mana tingkat keterisian rumah sakit relatif rendah, hal ini juga termasuk di negara kita Indonesia, meskipun kasus melonjak cukup tinggi namun keterisian di rumah sakit masih terkendali," katanya.

Karena itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengimbau masyarakat tidak perlu cemas dan panik dalam menghadapi varian Omicron ini. Pasalnya varian baru tersebut bisa sembuh tanpa harus ke rumah sakit, masyarakat hanya perlu melakukan isolasi mandiri, termasuk juga meminum obat terapi Covid-19 serta multivitamin.

"Perlu saya sampaikan bahwa varian Omicron bisa disembuhkan tanpa harus ke rumah sakit. Pasien yang terpapar varian ini cukup melakukan isolasi secara mandiri di rumah, minum obat dan multivitamin dan segera tes kembali setelah lima hari," ungkapnya.

Jokowi menegaskan, pemerintah juga telah lebih siap dalam menghadapi varian Omicron. Misalnya mulai dari keterisian rumah sakit (RS), tempat isolasi, tenaga kesehatan, termasuk ketersediaan oksigen dan obat-obatan terapi Covid-19 bagi para pasien.

"Pemerintah dengan kesiapan-kesiapan kita yang sudah jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun lalu, baik dari segi rumah sakit, obat-obatan dan oksigen, tes isolasi maupun tenaga kesehatan," pungkasnya.

Diketahui, angka penularan Covid-19 akibat varian Omicron pada Kamis (3/2) kemarin mencapai 27.197 kasus. Sementara dinyatakan sembuh sebanyak 5.993 orang. Kemudian meninggal dunia dalam sehari sebanyak 38 orang.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore