
Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi memulai pembangunan (groundbreaking) proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Senin (24/1). Indra Arief/Antaraa
JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kondisi keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit masih terkendali, walaupun angka penularan Covid-19 akibat varian Omicron mengalami lonjakan tajam.
Jokowi menjelaskan alasan BOR di rumah sakit masih terkendali, lantaran tingkat fatalitas Omicron lebih rendah dibandingan dengan varian Delta. Meskipun varian Omicron memiliki penularan yang cepat.
"Varian Omicron ini memang tingkat penularannya tinggi, namun tingkat fatalitasnya lebih rendah dibandingkan dengan varian Delta," ujar Jokowi di YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (4/2).
Jokowi memberikan contoh banyak BOR di negara-negara lain masih sangat terkendali. Hal ini karena tingkat fatalitas Omicron lebih rendah dibandingan varian Delta.
"Hal ini bisa terlihat dari kasus Covid-19 di beberapa negara di mana tingkat keterisian rumah sakit relatif rendah, hal ini juga termasuk di negara kita Indonesia, meskipun kasus melonjak cukup tinggi namun keterisian di rumah sakit masih terkendali," katanya.
Karena itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengimbau masyarakat tidak perlu cemas dan panik dalam menghadapi varian Omicron ini. Pasalnya varian baru tersebut bisa sembuh tanpa harus ke rumah sakit, masyarakat hanya perlu melakukan isolasi mandiri, termasuk juga meminum obat terapi Covid-19 serta multivitamin.
"Perlu saya sampaikan bahwa varian Omicron bisa disembuhkan tanpa harus ke rumah sakit. Pasien yang terpapar varian ini cukup melakukan isolasi secara mandiri di rumah, minum obat dan multivitamin dan segera tes kembali setelah lima hari," ungkapnya.
Jokowi menegaskan, pemerintah juga telah lebih siap dalam menghadapi varian Omicron. Misalnya mulai dari keterisian rumah sakit (RS), tempat isolasi, tenaga kesehatan, termasuk ketersediaan oksigen dan obat-obatan terapi Covid-19 bagi para pasien.
"Pemerintah dengan kesiapan-kesiapan kita yang sudah jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun lalu, baik dari segi rumah sakit, obat-obatan dan oksigen, tes isolasi maupun tenaga kesehatan," pungkasnya.
Diketahui, angka penularan Covid-19 akibat varian Omicron pada Kamis (3/2) kemarin mencapai 27.197 kasus. Sementara dinyatakan sembuh sebanyak 5.993 orang. Kemudian meninggal dunia dalam sehari sebanyak 38 orang.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
