Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Januari 2022 | 23.12 WIB

Ada 152 Kasus Omicron di Indonesia, 6 Menular di Masyarakat

Varian Omicron (Ilustrasi/Dado Ruvic/Reuters) - Image

Varian Omicron (Ilustrasi/Dado Ruvic/Reuters)

JawaPos.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan update data terbaru kasus Omicron saat ini. Total sudah ada 152 kasus Covid-19 Omicron di Indonesia. Tambahan terbaru terdiri dari 16 kasus yang merupakan kasus impor dari pelaku perjalanan internasional.

Dengan jumlah itu, Menkes Budi menyebut Indonesia berada di ranking 40 negara kasus Omicron terbanyak di dunia. Dari 152 kasus, 6 di antaranya menular lokal di masyarakat.

"Indonesia ada di posisi 40 jumlahnya per hari ini 152 ada tambahan 16 dibandingkan 2 hari yang lalu dan semuanya berasal dari pelaku perjalanan luar negeri," kata Menkes Budi secara virtual, Senin (3/1).

"Indonesia Alhamdulillah relatif lebih rendah kalau kita lihat dari populasinya dan juga luas geografisnya ini berhubung karantina kita sudah cukup ketat kita berhasil menahan masuknya omicron kedalam tapi dari 152 kita tahu 6 sudah merupakan transmisi lokal," jelasnya.

Ia menyebutkan dari mana saja kasus lokal tersebut berasal. Di antaranya, Jakarta, Bali, Medan, dan Surabaya.

"Ada yang datang sebagian besar di Jakarta tapi ada juga yang datang dari Medan dan juga dari Bali dan Surabaya. Jadi kita tetap harus selalu waspada," jelasnya.

Kasus Lokal Salah Satunya dari Jatim

Pasien menular lokal salah satunya merupakan warga Surabaya, Jawa Timur, yang tak punya riwayat perjalanan ke luar negeri. Namun ia memiliki riwayat perjalanan berlibur dari Bali.

Pemeriksaan dilaporkan awalnya oleh tim laboratorium Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Namun belum disebutkan secara rinci bagaimana kondisi pasien dan siapa profilnya, laki-laki atau perempuan.

"Ditunggu informasi resmi dari Jatim ya (soal profilnya)," tegas Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi kepada JawaPos.com.

Yang bersangkutan, kata Nadia, terdeteksi lewat pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS). Hasil sample PCR pasien diperiksa dengan WGS.

"(Terdeteksi) dengan WGS," ungkapnya singkat.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore