Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 2 Januari 2022 | 23.20 WIB

Cantiknya Cappadocia, Daerah di Turki yang jadi Tren di Layangan Putus

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Jika berniat mengunjungi Turki, jangan lupa untuk singgah ke salah satu pusat pariwisata paling penting yakni Cappadocia. Wilayah ini menjadi tren karena kecantikannya, setelah dibahas dalam tayangan Layangan Putus.

Cappadocia juga merupakan situs Warisan Dunia UNESCO. Dua kekuatan menjadi satu yakni alam dan sejarah, sehingga menarik jutaan wisatawan setiap tahun. Wilayah ini terkenal karena keunikan geologisnya berupa perbukitan sarang lebah, pemandangan dongeng, tempat tinggal gua, formasi batuan luar biasa yang diukir dari abu vulkanik dan ratusan balon udara panas yang membubung di langit saat matahari terbit.

Wilayah yang memiliki 30 lembah unik ini telah menarik 2 juta wisatawan di 10 bulan pertama tahun 2021, menurut angka resmi. Wilayah ini juga dikenal sebagai ibu kota kerajinan tangan Turki, dengan para ahli yang luar biasa untuk menenun karpet, membentuk keramik, dan mengukir batu onyx.

Seorang penduduk lokal yang juga bekerja sebagai pemandu wisata, Tuncer Kayıkçı, mengatakan kepada Anadolu Agency (AA) bahwa seorang pria harus tahu kerajinan tembikar untuk syarat menikah, dan seorang perempuan hanya akan menemukan pasangan jika dia tahu seni menenun.

“Sementara anak-anak dikirim ke sekolah untuk belajar pendidikan modern, orang tua memastikan bahwa mereka juga belajar tembikar atau menenun,” katanya seperti dilansir dari Daily Sabah, Minggu (2/1).

Desain Menarik dan Keunikan Lainnya

Pola dan desain yang diproduksi di kota ini telah menghiasi bangunan ikonik di Istanbul seperti Istana Topkap, Masjid Sultan Ahmed dan Masjid Selimiye, selain berbagai bangunan lainnya. Sungai Kızılırmak, yang mengalir melalui kota Avanos, membawa lumpur merah unik yang dibentuk oleh pengrajin menjadi bentuk khas yang membuat kota ini terkenal dengan tembikarnya. Itulah daya tarik wisatawan ke daerah ini.

Kota ini menampung sekitar 400 hotel dan semuanya terisi penuh pada musim turis. Selama pembatasan terkait Covid-19, daerah itu menjadi kota hantu, meskipun akhir-akhir ini hidup kembali.

“Sebelum Covid-19 pada 2018 dan 2019, kami menerima rata-rata 4 juta wisatawan setahun. Tapi kemudian semuanya mengering. Kami sekarang berharap untuk menghidupkan kembali bisnis kami,” kata Ayaz Bilici, yang memiliki kedai teh di dekat ketinggian Göreme.

Lokasi Syuting Film

Wilayah ini juga menjadi lokasi syuting aktor film terkenal India Salman Khan dan Katrina Kaif. Mereka syuting lagu utama untuk film mendatang Tiger 3 di Cappadocia. Ahli geologi mengatakan wilayah Cappadocia terbentuk 60 juta tahun yang lalu oleh erosi lapisan lunak lava dan abu dari Gunung Erciyes, Gunung Hasan dan Gunung Güllü. Sungai Kızılırmak mengalir melalui wilayah di utara, Pegunungan Taurus di selatan, dataran Kayseri di timur dan dataran garam Danau Tuz di barat.

Mengemudi dari Ankara melalui dataran Nevşehir, orang dapat menemukan gunung berapi kecil yang tersebar di seluruh area. Menurut ahli geologi Stev Eckert, letusan raksasa yang memuntahkan bebatuan yang sekarang membentuk cerobong peri diperkirakan telah dimulai 11 juta-12 juta tahun yang lalu dan mencapai puncaknya 6 hingga 7 juta tahun yang lalu.

Film Hollywood 2007 Ghost Rider, berdasarkan karakter Marvel Comics dan dibintangi oleh Nicolas Cage dan Eva Mendes, juga difilmkan di kota gua ini. Menurut Kayıkçı, orang-orang tinggal di gua-gua di daerah ini sampai lima dekade yang lalu.

Balon Udara Jadi Khas

Wilayah ini terkenal dengan balon udaranya. Fitur lain dari kota ini termasuk sumur air, sistem ventilasi, kilang anggur, dan pintu batu yang bergerak.

Perjalanan ke Cappadocia tidak lengkap tanpa balon udara panas. Saat matahari terbit di timur, cakrawala wilayah ini dihiasi dengan balon warna-warni. Potensi pengembangan wilayah ini pertama kali ditemukan oleh dua pilot Angkatan Udara AS yang mengunjungi wilayah tersebut pada tahun 60-an. Tapi, itu dimulai pada tahun 1991 dengan kompetisi balon udara panas profesional dari seluruh dunia. Saat ini, 25 perusahaan balon menerbangkan sekitar 250 balon.

"Saat ini, Cappadocia dianggap sebagai salah satu tempat terbaik di dunia untuk naik balon udara. Jumlah balon meningkat setiap tahun. Namun, otoritas penerbangan sipil sangat ketat dalam menjaga standar dan mengizinkan mereka terbang hanya jika ada kecepatan angin yang tepat,” kata pilot balon Tuğrul Kaya.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore