Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 Desember 2021 | 21.03 WIB

Dokter Siapkan Sentra Pemulihan Gejala Sisa Pasien Long Covid

Mahasiswa Pasca Sarjana Program Studi Kajian Administrasi Rumah Sakit Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menggelar Seminar Online Seri 46 yang berjudul One-Stop Service untuk Penyintas Covid-19. - Image

Mahasiswa Pasca Sarjana Program Studi Kajian Administrasi Rumah Sakit Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menggelar Seminar Online Seri 46 yang berjudul One-Stop Service untuk Penyintas Covid-19.

JawaPos.com - Para penyintas Covid-19 meskipun sudah dinyatakan sembuh, sebagian masih mengalami masalah kesehatan. Penyintas tersebut mengalami fenomena yang dikenal sebagai Long Covid dimana gejala dapat bertahan atau muncul kembali berminggu-minggu hingga berbulan-bulan setelah dinyatakan sembuh atau swab PCR negatif.

Gejala yang muncul seperti batuk, sesak napas, gangguan penciuman atau pengecapan, sakit kepala, nyeri pada tubuh, diare, mual, kelelahan, nyeri perut, hingga gejala gangguan saraf bahkan ada pula yang mengalami efek psikis.

Mahasiswa Pasca Sarjana Program Studi Kajian Administrasi Rumah Sakit Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menggelar Seminar Online Seri 46 yang berjudul One-Stop Service untuk Penyintas Covid-19. Koordinator Layanan 24 Jam Puskesmas Setiabudi Jakarta, dr. Reynaldi Fattah Zakaria, mengungkapkan bahwa selama pandemi Covid-19, Puskesmas Setiabudi telah aktif melakukan upaya promotif, preventif, dan kuratif bagi penderita Covid-19. Upaya tersebut dilakukan baik secara tatap muka maupun melalui telemedicine.

Namun, untuk penyintas Covid-19, kata dia, belum ada suatu arahan jelas dalam pelayanannya. Sehingga saat ini penanganan pasien penyintas Covid-19 hanya terbatas untuk menangani gejalanya, padahal perlu dilakukan tindakan preventif dan tidak hanya kuratif karena untuk mengantisipasi terjadinya penyakit kronis.

"Semoga penyintas Covid-19 yang mengalami gejala Long Covid dapat menerima pelayanan yang holistik, longitudinal dalam perawatan primer, layanan rehabilitasi multidisiplin, serta terbentuknya suatu regulasi yang jelas," katanya secara daring baru-baru ini.

Ahli Paru di RSUP Persahabatan Prof. dr. Menaldi Rasmin, Sp.P(K), FCCP, menginisiasi penanganan Long Covid atau juga dikenal dengan sindrom pasca Covid-19 dengan menggagas Sentra Layanan Pemulihan yang dapat dimulai dari FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama). Sentra layanan tersebut dapat melayani para penyintas Covid-19 untuk dilakukan skrining mengenai keluhan atau gejala sisa yang masih ada, baik keluhan secara fisik maupun psikis.

"Perlu adanya kolaborasi pelayanan dari psikolog bersama dokter di pelayanan primer," jelas Prof Menaldi.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D, Sp.THT-KL(K), MARS, bersama tim Prof. Menaldi menyiapkan konsep maupun skema mengenai pedoman serta alur pelayanan pasien Long Covid. Maka kini disiapkan suatu sentra pemulihan Covid-19 di fasilitas kesehatan.

"Artinya pemerintah telah siap mendukung upaya untuk kesehatan para penyintas Covid-19," kata Abdul Kadir.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore