
Mahasiswa Pasca Sarjana Program Studi Kajian Administrasi Rumah Sakit Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menggelar Seminar Online Seri 46 yang berjudul One-Stop Service untuk Penyintas Covid-19.
JawaPos.com - Para penyintas Covid-19 meskipun sudah dinyatakan sembuh, sebagian masih mengalami masalah kesehatan. Penyintas tersebut mengalami fenomena yang dikenal sebagai Long Covid dimana gejala dapat bertahan atau muncul kembali berminggu-minggu hingga berbulan-bulan setelah dinyatakan sembuh atau swab PCR negatif.
Gejala yang muncul seperti batuk, sesak napas, gangguan penciuman atau pengecapan, sakit kepala, nyeri pada tubuh, diare, mual, kelelahan, nyeri perut, hingga gejala gangguan saraf bahkan ada pula yang mengalami efek psikis.
Mahasiswa Pasca Sarjana Program Studi Kajian Administrasi Rumah Sakit Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menggelar Seminar Online Seri 46 yang berjudul One-Stop Service untuk Penyintas Covid-19. Koordinator Layanan 24 Jam Puskesmas Setiabudi Jakarta, dr. Reynaldi Fattah Zakaria, mengungkapkan bahwa selama pandemi Covid-19, Puskesmas Setiabudi telah aktif melakukan upaya promotif, preventif, dan kuratif bagi penderita Covid-19. Upaya tersebut dilakukan baik secara tatap muka maupun melalui telemedicine.
Namun, untuk penyintas Covid-19, kata dia, belum ada suatu arahan jelas dalam pelayanannya. Sehingga saat ini penanganan pasien penyintas Covid-19 hanya terbatas untuk menangani gejalanya, padahal perlu dilakukan tindakan preventif dan tidak hanya kuratif karena untuk mengantisipasi terjadinya penyakit kronis.
"Semoga penyintas Covid-19 yang mengalami gejala Long Covid dapat menerima pelayanan yang holistik, longitudinal dalam perawatan primer, layanan rehabilitasi multidisiplin, serta terbentuknya suatu regulasi yang jelas," katanya secara daring baru-baru ini.
Ahli Paru di RSUP Persahabatan Prof. dr. Menaldi Rasmin, Sp.P(K), FCCP, menginisiasi penanganan Long Covid atau juga dikenal dengan sindrom pasca Covid-19 dengan menggagas Sentra Layanan Pemulihan yang dapat dimulai dari FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama). Sentra layanan tersebut dapat melayani para penyintas Covid-19 untuk dilakukan skrining mengenai keluhan atau gejala sisa yang masih ada, baik keluhan secara fisik maupun psikis.
"Perlu adanya kolaborasi pelayanan dari psikolog bersama dokter di pelayanan primer," jelas Prof Menaldi.
Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D, Sp.THT-KL(K), MARS, bersama tim Prof. Menaldi menyiapkan konsep maupun skema mengenai pedoman serta alur pelayanan pasien Long Covid. Maka kini disiapkan suatu sentra pemulihan Covid-19 di fasilitas kesehatan.
"Artinya pemerintah telah siap mendukung upaya untuk kesehatan para penyintas Covid-19," kata Abdul Kadir.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
