
Photo
JawaPos.com- Situasi Covid-19 di kabupaten/kota Jatim semakin melandai. Tidak terkecuali di Kabupaten Jombang. Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri), Jombang sudah masuk PPKM level 2. Bahkan, mengacu hasil asesmen situasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jombang sudah berada di level 1.
Kendati demikian, kompleks wisata religi makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di wilayah Kabupaten Jombang masih tutup. Hingga Minggu (10/10), pesarean di Ponpes Tebuireng itu belum dibuka. Gerbang pintu masuk di sisi barat masih terkunci. Di sisi kirinya terdapat tulisan besar berbunyi: Mohon Maaf, Makam Gus Dur Masih Ditutup untuk Peziarah.
Kebijakan penutupan tersebut diambil sejak pandemi Covid-19 tahun lalu. Tepatnya, saat virur korona mewabah mulai Maret 2020 lalu. Sejak itu, banyak PKL dan pelaku UMKM di sekitarnya juga ikut berhenti. Kios-kios di sepanjang jalan kampung pun menjadi bisu.
Pantauan Jawa Pos pada Minggu (10/10) siang, walaupun masih ditutup, para peziarah atau pengunjung dari berbagai daerah tetap mengalir. Jumlah mereka cukup banyak. Maklum, karena akhir pekan. Mereka berfikir, pesarean keluarga pendiri Nahdlatul Ulama (NU) itu sudah dibuka kembali seiring kondisi telah membaik.
‘’Kami berfikir sudah bisa masuk karena beberapa makam Wali Songo kan sudah buka,’’ ujar Ahmad Nur Musyaffak, rombongan pengunjung dari Kabupaten Gresik.
Karena sudah telanjur datang, warga setempat pun mengarahkan pengunjung untuk tetap dapat berdoa. Tapi, tempatnya di pemakaman umum warga. Pesarean Gus Dur dan makam warga bersebelahan. Tapi, terhalang tembok tinggi. Kendati tidak bisa langsung melihat makam Presiden ke-4 RI itu, para peziarah pun tetap membaca doa dan tahlil dengan khidmat. Mereka duduk beralaskan plastik yang dijual sejumlah warga.
Kehadiran para peziarah yang tetap datang itupun membawa berkah bagi para PKL. Mereka berjualan makanan, minuman, hingga barang dagangan lain. ‘’Alhamdulillah, masih dapat berkahnya. Ditutup, tapi tetap saja ramai. Terutama pada hari Sabtu dan Minggu,’’ ungkap Maryanto, salah seorang PKL.
Bagi Maryanto dan PKL lain yang mengais berkah di sekitar kompleks wisata religi itu, tentu berharap makam mantan ketua umum PBNU itu bisa dibuka kembali. Namun, mereka juga bisa menyadari pondok atau keluarga Gus Dur memiliki pertimbangan sendiri.
‘’Para santri kan kini sudah mulai masuk kembali ke pondok. Jadi, mungkin salah satu pertimbangannya adalah untuk mengaja keamanan dan kesehatan para santri dari kerumunan pengunjung yang datang berziarah. Ya, kita turut berdoa semoga saja pandemi ini segera berakhir dan keadaan normal lagi,’’ harapnya.
Gus Dur berpulang pada 30 Desember 2009. Sejak saat itu, makam Gus Dur memang menjadi salah satu jujukan pengunjung. Setiap hari, ribuan orang dari berbagai daerah berombongan untuk berziarah. Bahkan, saat hari libur atau momentum tertentu, jumlah pengunjung bisa lebih dari 10.000 dalam sehari. Sumbangan dari peziarah yang masuk ke kotak infak dalam sebulan disebut mencapai ratusan juta rupiah. Dana itu kemudian disalurkan kembali ke yayasan yatim dan kepentingan amal lainnya.
Selama ditutup karena pandemi Covid-19, hanya keluarga dan kalangan yang telah mendapat izin dapat masuk dan berdoa di kompleks makam tersebut. September 2021 lalu, misalnya. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko juga berziarah. Lalu, sehari menjelang HUT ke-74 TNI pada 5 Oktober, rombongan Dankondilatal Laksmana Madya TNI Nurhidayat juga berdoa dan tabur bunga di kompleks pesarean para tokoh NU tersebut.
Lalu, kapan makam Gus Dur bakal dibuka kembali? Menurut Lukman Hakim, pengurus Ponpes Tebuireng, kepada Jawa Pos menyatakan rencana uji coba pembukaan makam Gus Dur dilaksanakan pada bulan ini. ‘’Insya Allah pada 22 Oktober nanti. Tapi, hanya dibuka malam. Mulai pukul 20.00 WIB sampai 03.00 WIB. Uji coba dulu bulan ini, lalu nanti kita evaluasi,’’ ujarnya Senin (11/10).
Jika benar dibuka pada 22 Oktober mendatang, berarti bersamaan dengan meomentum peringatan Hari Santri Nasional (HSN). Presiden RI Joko Widodo menetapkan HSN itu pada 15 Oktober 2015. Pertimbangannya, di tanggal 22 Oktober 1945, kakek Gus Dur atau Hadratus Syaikh KH Hasyim Asyari mencetuskan resolusi jihad sebagai upaya mengobarkan semengat perjuangan demi mempertahankan NKRI dari Belanda yang diboncengi tentara sekutu.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
