Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Oktober 2021 | 17.54 WIB

Separatis Teroris Papua Tembaki Pesawat Smart Air

HAPPY ENDING: Pesawat Pilatus Porter Susi Air PK-BVY di salah satu airstip  di Papua. Pilot Ian John Terrenca Hellyer didatangi 20 KSB dengan dua pucuk senpi laras panjang di Distrik Wangbe, Puncak, Papua. Setelah ditahan dua, pilot dan tiga penumpang dii - Image

HAPPY ENDING: Pesawat Pilatus Porter Susi Air PK-BVY di salah satu airstip di Papua. Pilot Ian John Terrenca Hellyer didatangi 20 KSB dengan dua pucuk senpi laras panjang di Distrik Wangbe, Puncak, Papua. Setelah ditahan dua, pilot dan tiga penumpang dii

JawaPos.com – Kelompok separatis teroris (KST) menembak sebuah pesawat Smart Air di bandara Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua, kemarin (8/10). Tak tanggung-tanggung, pesawat itu ditembak berkali-kali saat akan landing dan take off dari bandara.

Dari informasi yang diterima Jawa Pos, KST menembak pesawat itu pukul 09.20 WIT. Penembakan pertama terjadi saat pesawat akan landing. Akibatnya, sayap pesawat sebelah kiri berlubang. Kemudian, pesawat kembali ditembak beberapa saat setelah take off.

Pesawat tersebut merupakan armada yang mengangkut bahan logistik sekaligus aparat keamanan. Beruntung, pesawat dalam kondisi aman dan tidak terjadi hal tidak diinginkan. Dipastikan, pesawat dan pilotnya telah mendarat di Oksibil, Pegunungan Bintang.

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat- Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom menuturkan, pesawat itu ditembak karena membawa personel TNI. ”Kami sudah memberikan warning beberapa waktu lalu, setiap pesawat yang membawa aparat akan kami tembak,” ujarnya.

Dia mengatakan, TPNPB-OPM telah memperingatkan agar pesawat sipil tidak membawa aparat TNI dan Polri. Sekaligus menghentikan aktivitas di wilayah konflik. ”Kami sudah ingatkan empat kali,” tuturnya kepada Jawa Pos kemarin.

Sementara itu, Kasatgas Humas Nemangkawi Kombespol A.M. Kamal belum bisa berkomentar terkait kejadian tersebut. ”Mungkin yang mengetahui TNI,” tuturnya saat dihubungi kemarin.

Kapendam Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel (Arm) Reza Nur Patria juga masih mencari informasi mengenai penembakan tersebut. ”Kalau ada perkembangan, saya sampaikan,” jelasnya.

Pada bagian lain, pengamat terorisme Al Chaidar menuturkan, jaminan keamanan terhadap warga di Papua seharusnya juga meliputi keamanan penerbangan. Sebab, penerbangan di Papua merupakan transportasi utama. ”Keamanannya harus benar-benar dijaga,” ujarnya.

Kalau perlu, beberapa radius di sekitar bandara di Papua disekat untuk memastikan keamanan penerbangan. Dia mengatakan, peristiwa yang menimpa Smart Air bersama awak dan penumpang jangan sampai terjadi lagi. ”Saya yakin TNI dan Polri mampu memberikan keamanan penerbangan,” tegasnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore