
Ilustrasi HIV/AIDS. Ari Bowo Sucipto/Antara
JawaPos.com – Hari AIDS Seunia diperingati setiap 1 Desember. Pada tahun ini, dalam peringatan AIDS Sedunia Organisasi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengangkat tema “Let The Community Lead” atau “Biarkan Komunitas yang Memimpin”.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mencatat terdapat 515.455 estimasi Orang Dengan HIV (ODHIV) pada September 2023. Untuk menangani persoalan HIV/AIDS diperlukan peran komunitas.
Mengutip dari Antara, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes RI, Imran Pambudi, komunitas sangat berperan dalam mendukung temuan kasus pada kelompok populasi kunci para penderita HIV/AIDS.
Ia berharap komunitas-komunitas HIV/AIDS juga dapat mengajak penderita untuk mengakses pengobatan di fasilitas kesehatan, menemani, dan mengingatkan untuk terus mengkonsumsi obat secara rutin.
Sementara itu, Direktur Joint United Nations Programme on HIV and AIDS (UNAIDS), Tina Boonto, mengatakan, salah satu faktor yang menyebabkan sulitnya mengakhiri AIDS ialah anggapan komunitas termasuk dalam masalah yang perlu ditangani.
“Padahal komunitas dan masyarakat sipil memiliki peran vital dari kampanye hingga pengobatan HIV sampai memastikan hak-hak dasar teman-teman dengan HIV/AIDS agar kebutuhannya terpenuhi,” ucapnya.
Virus HIV/AIDS dapat menular melalui berhubungan seks tanpa alat pengaman, berbagi alat suntik dengan pengidap HIV positif, ibu hamil yang positif HIV kepada bayinya selama masa kehamilan dan persalinan, transfusi darah, seks oral, terkena atau tertukarnya cairan vagina atau sperma, dan ASI kepada bayi.
Sementara, virus ini tidak dapat ditularkan walau hidup berdampingan. HIV tak dapat menular melalui WC yang digunakan bersama, alat makan yang digunakan bersama, gigitan nyamuk, bersentuhan, dan berpelukan.
Selain itu, ketika hidup berdampingan dengan ODHIV juga perlu memperhatikan adanya luka yang dapat terjadi perpindahan darah dari penderita ke tubuh. Sehingga ketika melakukan perawatan penderita HIV/AIDS perlu menggunakan alat pelindung diri (APD) dan menghindari penggunaan alat yang memungkinkan terjadi kontak darah seperti sikat gigi dan pisau cukur.
HIV/AIDS dapat dicegah dengan tidak melakukan hubungan seksual berisiko seperti bergonta-ganti pasangan, mengikuti program pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak, screening darah dan organ tubuh, tidak menggunakan narkoba, dan menerapkan kewaspadaan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
