
Nyamuk Wolbachia. Sumber: (Foto: Dokumentasi Kemenkes)
JawaPos.com - Peneliti dari Universitas Gadjad Mada (UGM) Profesor Adi Utarini mengemukakan bahwa inovasi nyamuk wolbachia efektif menekan replika virus dengue dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti saat populasinya mencapai 60 persen di satu kawasan.
"Ketika sudah mencapai 60 persen, maka akan berkembang biak secara alami," kata Peneliti sekaligus Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM Prof Adi Utarini dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI diikuti dalam jaringan di Jakarta, Selasa (28/11), dilansir dari ANTARA.
Metode yang diterapkan pada pelepasan nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia ini dilakukan secara bertahap menggunakan ember yang di dalamnya diisi dengan telur nyamuk Aedes aegypti. Kemudian setiap ember diletakkan di setiap rumah berjarak 75 meter dari satu rumah ke rumah yang lain.
Baca Juga: Ofan Pilih Nomor Punggung 27 di Persebaya Surabaya, Ternyata Ada Andil Marselino Ferdinan
Setelah itu, setiap dua pekan telur nyamuk yang ada di ember diganti airnya. "Dengan demikian selama enam bulan nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia akan menyebar di masyarakat," kata Uut, sapaan akrabnya.
Dalam waktu bersamaan, peneliti menyebar 250 alat perangkap nyamuk berupa ember untuk menyedot serangga.
"Sehingga di seluruh Kota Yogyakarta kami tempatkan sekitar 250 trap yang setiap pekan kami ambil dan ada yang dihitung satu per satu, ada serangga apa saja yang tertangkap di situ. Kemudian Aedes aegypti-nya berapa, ini dihitung dalam penelitian ini," jelasnya.
Uut menjelaskan jika populasi nyamuk wolbachia sudah mencapai populasi 60 persen, maka nyamuk tersebut akan berkembang biak secara alami.
Terdapat tiga transmisi Wolbachia pada nyamuk Aedes aegypti. Pertama, terjadi saat nyamuk jantan ber-Wolbachia kawin dengan nyamuk betina ber-Wolbachia sehingga penetasan telur menghasilkan nyamuk wolbachia.
Kedua, nyamuk jantan tak ber-Wolbachia kawin dengan betina ber-Wolbachia sehingga tetesan telur menghasilkan nyamuk wolbachia. Ketiga, terjadi saat nyamuk jantan ber-Wolbachia kawin dengan betina ber-Wolbachia sehingga telur tidak akan menetas.
Wolbachia dianggap mampu membendung penularan virus dengue karena memiliki kemampuan untuk berkompetisi makanan antara virus dan bakteri di dalam sel nyamuk. Dengan sedikitnya makanan yang bisa menghidupi virus, maka virus dengue tidak dapat berkembang biak.
"Ketika sudah mencapai 60 persen, ember itu kita tarik dan pelepasan kita hentikan," katanya.
Salah satu keunggulan nyamuk wolbachia adalah ketika pelepasan dihentikan. Uut menjelaskan jika nyamuk berkembang biak secara alami dengan nyamuk di alam dan terus bereplikasi di alam.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
