Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Juli 2021 | 19.28 WIB

Ada Lonjakan, Distribusi Oksigen di Lampung Sudah Sesuai Kebijakan

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. (Dok.JawaPos.com) - Image

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. (Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com - Kasus Covid-19 yang terus meningkat menyebabkan kebutuhan akan oksigen melonjak di berbagai wilayah di Indonesia dan rentan mengalami kelangkaan. Salah satu wilayah yang mengalami lonjakan kebutuhan oksigen adalah Provinsi Lampung.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy pun meninjau ketersediaan stok oksigen di dua perusahaan pengisian dan distributor oksigen di Provinsi Lampung, yaitu Perusahaan Lampung Gas dan PT Aneka Gas Industri Lampung.

Dalam kesempatan itu, ia mendapatkan laporan bahwa di Lampung kebutuhan oksigen sangat meningkat pesat. Berdasarkan pengecekannya di Perusahaan Lampung Gas, pengisian oksigen untuk kebutuhan RS telah meningkat sampai 3 kali lipat.

"Biasanya satu bulan bisa mengisi 100 ton, sekarang meningkat 300 ton. Sudah naik 3 kali lipat," ujar Muhadjir dalam keterangannya, Jumat (9/7).

Sementara itu, laporan dari PT Aneka Gas Industri Lampung disebutkan bahwa pendistribusian oksigen di wilayah Lampung mengalami kenaikan drastis. Diperkirakan akan ada 200 ton yang keluar hingga akhir Juli ini.

"Tadi saya dilapori. Biasanya itu (distribusi) hanya 150 ton sebulan. Tapi pada bulan Juni itu sudah 170 ton. Dan sekarang ini baru satu minggu mereka sudah menghabiskan 50 ton. Berarti diperkiraan sampai akhir Juli bisa sampai 200 ton" tuturnya.

Baca Juga: Ini Sanksi Pidana Bagi Pelanggar PPKM Darurat


Dia juga mendapatkan laporan bahwa pengisian dan pendistribusian oksigen di dua perusahaan itu juga sudah tidak melayani keperluan industri untuk memfokuskan untuk keperluan medis. Tabung oksigen yang biasa dipergunakan untuk las telah dialihfungsikan untuk penggunaan medis.

Kata dia, langkah itu sudah sesuai dengan kebijakan pemerintah yang mengarahkan oksigen 100 persen harus diperuntukkan untuk kesehatan khususnya penanganan Covid-19.

"Tadi saya sudah cek di pusat pengisian dan juga distributor. Mereka sudah menyatakan bahwa memang sekarang kebutuhan di sektor industri maupun untuk las juga sudah dihentikan. Jadi sekarang botol-botol yang biasa untuk tukang las sekarang digunakan untuk kebutuhan rumah sakit," ujarnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore