
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tiba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangan terkait pelanggaran protokol kesehatan pada acara Maulid Nabi di Petambu
JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama dengan jajarannya melakukan sidak terkait perusahaan non-esesnsial yang masih mewajibkan karyawannya bekerja di kantor. Didapati masih banyak persuhaan yang tidak taat PPKM Darurat yang berlangsung selama dari tanggal 3 hingga 20 Juli. Karena berdasarkan aturan, perusahaan di bidang nonesensial wajib 100 persen pegawainya bekerja dari rumah atau work from home (WFH).
Anies pun melakukan sidak tersebut di Gedung Sudirman Center, Jakarta Pusat, di kantor PT Ray White Indonesia.
"Mana HRD nya?," tanya Anies yang diunggah di akun Instagram miliknya, Selasa (6/7).
Saat bertemu dengan HRD tersebut, Anies meminta agar perusahaan tidak egois tetap memperkerjakan pegawainya. Sebab perusahaan harus melindungi pegawainya di tengah angka penularan Covid-19 yang terus mengalami peningkatan.
"Ini bukan soal pelanggaran aturan. Nama ibu siapa? Ibu Diana dan perusahaan ibu tidak bertanggung jawab," ucap dia.
"Bu, ini bukan soal untung rugi. Ini soal nyawa. Kita ini mau nyelametin nyawa orang dan orang-orang seperti ibu ini yang egois," tambahnya.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu meminta agar para karyawan di perusahaan tersebut untuk dipulangkan sesuai aturan PPKM Darurat.
"Sekarang tutup kantornya ya dan katakan pada semua untuk pulang taati aturan. Mengerti?," tegasnya.
Setelah itu para petugas langsung memberikan sanksi dan penempelan informasi bahwa kantor tersebut ditutup sementara waktu.
Selain itu, Anies juga melakukan sidak ke PT Equity Life Indonesia. Anies langsung menegur pimpinan perusahaan tersebut.
Bahkan Anies mempertanyakan masih adanya karwayan yang sedang hamil namun dipaksa oleh perusahaan untuk masih masuk kerja.
"Kenapa dilanggar? Setiap hari kita nguburin orang pak. Bapak juga harus ambil tanggung jawab. Ingat semua buntung pak enggak ada yang untung. Apalagi ada ibu hamil, masih disuruh masuk kerja di kantor," tegasnya.
Sebelumnya, pada Senin (5/7) kemarin Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan sebanyak 74 perusahaan di Ibu Kota disidak saat pelaksanaan PPKM darurat hari ketiga. Puluhan perusahaan itu merupakan bagian dari sektor esensial dan nonesensial.
Anies meminta agar perusahaan di Jakarta mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Sebab Pemprov DKI memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan tegas bila terjadi pelanggaran.
Selain itu, Anies juga meminta para karyawan perusahaan non esensial untuk melapor bila dipaksa untuk bekerja di kantor saat pelaksanaan PPKM Darurat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
