Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 Juni 2021 | 04.00 WIB

Bertemu Airlangga, Syafii Maarif Bilang Indonesia Krisis Negarawan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersilaturahmi ke kediaman Mantan Ketum PP Muhammadiyah Syafii Maarif, Sabtu (19/6). Luqman Hakim/Antara - Image

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersilaturahmi ke kediaman Mantan Ketum PP Muhammadiyah Syafii Maarif, Sabtu (19/6). Luqman Hakim/Antara

JawaPos.com–Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersilaturahmi ke kediaman Mantan Ketum PP Muhammadiyah Syafii Maarif di Perumahan Nogotirto, Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta, Sabtu (19/6). Keduanya tiba sekitar pukul 13.10 WIB diterima Buya Syafii dan berbincang-bincang selama satu jam.

”Ini silaturahmi dengan tokoh bangsa,” kata Airlangga seperti dilansir dari Antara seusai pertemuan pada Sabtu (19/6).

Ketum Partai Golongan Karya (Golkar) itu enggan menjawab pertanyaan awak media lebih jauh ihwal agenda kunjungan di kediaman Syafii Maarif. ”Tidak ada wawancara,” ucap Airlangga.

Sementara itu, Syafii Maarif menuturkan, dalam pertemuan itu antara lain dibahas mengenai politik dan persoalan bangsa. Namun demikian, dia enggan membeberkan lebih jauh.

”Ya, janganlah nanti saya menyalahi, tidak enak,” kata Buya Syafii.

Dia juga memastikan tidak ada pembicaraan mengenai wacana majunya Airlangga ke Pilpres 2024. Secara pribadi, dia mengaku sekadar menyampaikan kepada Airlangga dan Agus Gumiwang bahwa saat ini Indonesia dalam situasi krisis negarawan.

”Saya bilang begini, ya, kita krisis negarawan saya katakan. Yang banyak politisi muncul saya katakan. Itu yang menyebabkan negara terpontal-pontal karena tidak ada negarawan,” tutur Buya Syafii.

Saat disinggung apakah kedua menteri itu termasuk negarawan atau politikus, Buya Syafii enggan memberikan penilaian. ”Saya tidak mau menilai. Tergantung masyarakat yang berhak menilai,” ujar Buya Syafii.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore