
Ilustrasi bahan-bahan jamu traditional. (Asbestos/Michelle Whitmer)
JawaPos.com - United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) akan secepatnya menjadikan racikan tradisional lokal berupa jamu, sebagai WBTB atau Warisan Budaya Tak Benda, demikian menurut Hilmar Farid selaku Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
"Ini bocoran sedikit ya, jamu akan ditetapkan tahun ini sebagai Warisan Budaya Tak Benda atau Representative List of Intangible Cultural Heritage of Humanity oleh UNESCO", ucapnya pada Kamis, (16/11).
Hal ini menjadi sesuatu yang positif, pada akhirnya ramuan lokal ini dapat mencapai gelar WBTB per (7/4/22) kemudian dimasukkan ke dalam kelompok tersebut dengan enam nominasi yang lain.
Hilmar Farid memastikan peresmian jamu menjadi warisan budaya oleh UNESCO akan dilakukan tahun ini.
Adapun tanggal pastinya hingga sekarang masih belum diketahui.
Hilmar Farid menjelaskan, jamu yang dijadikan WBTB tidaklah jamu spesifik dari satu daerah saja, akan tetapi jamu secara umum serta keilmuan yang dimiliki masyarakat dalam meracik ramuan tersebut.
Jamu menjadi salah satu budaya Indonesia yang sudah menjadi kewajiban bagi masyarakat untuk menjaga dan melestarikannya.
Terbukti, sejarah jamu merupakan asli buatan Indonesia dan telah digunakan berabad-abad.
Praktik gaya hidup sehat melalui pemanfaatan jamu untuk dikonsumsi secara rutin akan menjadi langkah gaya hidup sehat yang bersifat preventif dan promotif.
"Yang ditetapkan sebagai warisan itu adalah kemampuan masyarakat untuk menciptakan itu, jadi bukan produknya atau bendanya, tapi keahlian orang meracik, meramu,” ungkap Hilmar Farid.
“Dan itu tentu ada berbagai teknik yang digunakan, itu yang didaftarkan, pengetahuannya yang didaftarkan bukan produknya", lanjutnya.
Tenun juga akan memperoleh peresmian sebagai budaya Indonesia yang akan ditetapkan oleh UNESCO.
"Sudah ada upaya untuk mendaftarkan tenun, apakah mungkin tenun saja, atau tenun Nusantara, atau tenun hanya dari NTT, kami sedang lihat itu, untuk menemukan landasan bersamanya, apa yang mau didaftarkan, dan laporan-laporan itu yang sekarang kita masih dalam proses riset dan menyusun", tambahnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
