polusi udara yang tinggi dapat menyebabkan penyakit komplikasi bahkan berkurangnya komunitas suatu masyarakat (sumber: pexels/Marcin Jozwiak)
JawaPos.com - Polusi udara kini menjadi masalah global yang cukup serius lantaran mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan manusia.
Polusi udara dengan intensitas tinggi, dapat menyebabkan penyakit pernapasan, kanker, stroke, dan kematian dini.
Bahkan beberapa kota di dunia memiliki tingkat polusi udara yang sangat tinggi, melebihi standar kesehatan yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Di bawah ini adalah daftar kota-kota di seluruh dunia dengan kualitas udara terburuk berdasarkan Air Quality Index (AQI), dilansir dari media timestravel, Jumat (10/11).
1. Delhi, India
AQI di Delhi, India, saat ini menurut media aqi.in adalah 351, yang termasuk dalam kategori berbahaya.
Ini berarti bahwa udara di Delhi sangat tercemar oleh partikel halus seperti PM2.5 dan PM10, yang dapat menembus ke dalam paru-paru dan aliran darah.
Beberapa faktor yang menyebabkan polusi udara di Delhi antara lain adalah emisi kendaraan bermotor, pembakaran sampah, aktivitas konstruksi, dll.
Polusi udara di Delhi meningkat pada musim dingin, karena suhu rendah, kelembaban tinggi, dan angin lemah yang mengurangi dispersi polutan.
Oleh karena itu, sangat penting bagi penduduk Delhi untuk melindungi diri mereka dari polusi udara dengan menggunakan masker N95, menghindari aktivitas fisik di luar ruangan, menggunakan alat pembersih udara di dalam ruangan, dan diwajibkan untuk mengikuti saran dari otoritas kesehatan.
Menurut data terbaru dari situs AQI, Lahore menginjak angka 319 dan masuk ke dalam kategori tidak sehat dan berbahaya.
Untuk mengatasi masalah polusi udara, pemerintah Pakistan telah mengambil beberapa langkah, seperti menutup sekolah, membatasi lalu lintas, mendorong penggunaan masker, dan meningkatkan pemantauan kualitas udara.
3. Kolkata, India
AQI di kora Kolkata, India, saat ini adalah mengkhawatirkan, dengan nilai 213 pada tanggal 7 November 2023.
Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh AQI, sebuah perusahaan yang mengkhususkan diri dalam teknologi udara bersih, AQI di Kolkata telah memburuk secara signifikan menjelang perayaan Deepavali, yaitu festival cahaya Hindu.
Langkah yang diambil untuk meningkatkan kualitas udara di Kolkata yaitu sebagai berikut:
- Mengurangi kendaraan bermotor
- Menghindari pembakaran sampah, kembang api, dan bahan bakar fosil
- Menanam lebih banyak pohon dan tanaman hijau
- Menggunakan masker, filter udara, dan ventilasi yang baik
4. Karachi, Pakistan
Menurut data dari AQI, AQI di Karachi saat ini adalah 179, yang termasuk dalam kategori tidak sehat atau mengkhawatirkan. Bulan dengan AQI terendah di Karachi adalah Juli, dengan rata-rata AQI 64, yang termasuk dalam kategori sedang.
Faktor-faktor yang mempengaruhi AQI di Karachi adalah lalu lintas kendaraan, pembakaran sampah, pembangkit listrik, industri, dan kondisi cuaca.
Menurut data terbaru dari System of Air Quality and Weather Forecasting And Research (SAFAR-India), AQI di Mumbai, India, pada hari Kamis, 9 November 2023 adalah 166, yang termasuk dalam kategori sedang.
Namun, beberapa daerah di Mumbai mencatat kualitas udara yang buruk dan sangat buruk, dengan AQI tertinggi 301 di daerah Chhatrapati Shivaji Maharaj Terminus.
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kualitas udara di Mumbai adalah lalu lintas kendaraan bermotor, pembakaran sampah, aktivitas industri, kondisi cuaca, dan polusi lintas batas.
6. Baghdad, Iraq
AQI di Baghdad, ibu kota Iraq saat ini adalah 163. Polutan utama yang mempengaruhi AQI di Baghdad adalah PM2.5, yaitu partikel halus yang memiliki diameter kurang dari 2.5 mikrometer.
PM2.5 dapat menembus ke dalam paru-paru dan aliran darah, dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti iritasi mata, hidung, dan tenggorokan, asma, bronkitis, penyakit jantung, dan kanker paru-paru.
7. Dhaka, Bangladesh
AQI di Dhaka, ibu kota Bangladesh sering kali sangat buruk karena berbagai faktor, seperti lalu lintas, pembakaran sampah, pembangkit listrik, dan kondisi cuaca. Menurut data terbaru, AQI di Dhaka pada tanggal 7 November 2023 adalah 160.
Ini berarti bahwa orang yang sensitif terhadap polusi udara, seperti anak-anak, lansia, dan orang dengan penyakit pernapasan, dapat mengalami gejala seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, dan sakit kepala.
8. Kathmandu, Nepal
Pada tanggal 9 November 2023, AQI di Kathmandu mencapai 157, yang masuk dalam kategori tidak sehat, yang berarti bahwa udara dapat menyebabkan masalah pernapasan, iritasi mata, dan penyakit jantung bagi orang-orang yang sensitif atau memiliki kondisi medis tertentu.
Oleh karena itu, penting untuk memantau AQI di Kathmandu secara berkala dan mengambil tindakan pencegahan, seperti mengenakan masker, mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan, dan menggunakan filter udara di dalam ruangan, jika AQI menunjukkan tingkat polusi yang tinggi atau meningkat.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
