Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Oktober 2023 | 16.22 WIB

Kementerian Luar Negeri Pastikan Tidak Ada WNI Korban Penembakan Massal di Maine, Amerika Serikat

Polisi menutup Lincoln Street setelah penembakan massal di Lewiston, Maine, Amerika Serikat pada Kamis (26/10).

 
JawaPos.com - Kementerian Luar Negeri RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penembakan massal di Maine, Amerika Serikat.
 
Seperti diberitakan, insiden penembakan massal terjadi di dua lokasi yaitu di Schemengees Bar and Grille dan Sparetime Recreation Bowling Alley di Lewiston, Maine, pada Rabu (25/10).
 
“KJRI New York telah berkoordinasi dengan otoritas setempat dan menghubungi simpul-simpul masyarakat Indonesia di sekitar Maine. Sejauh ini tidak ada WNI yang jadi korban,” kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu Judha Nugraha, Kamis (27/10) malam seperti dikutip dari Antara.
 
 
Berdasarkan data KJRI New York, tercatat hanya satu WNI yang tinggal di Maine.
 
“KJRI New York telah menyampaikan imbauan agar para WNI meningkatkan kewaspadaan terkait meningkatnya kekerasan bersenjata di Amerika Serikat,” imbau Judha.
 
Polisi setempat telah mengidentifikasi Robert R Card (40) sebagai tersangka dalam kasus penembakan massal ini dan kini sedang dilakukan pengejaran.
 
 
"Kami mengerahkan ratusan polisi yang bekerja di seluruh negara bagian Maine untuk menyelidiki kasus ini guna menemukan Robert Card, yang merupakan tersangka," kata Komisioner Keamanan Masyarakat Maine, Mike Sauschuck dalam konferensi pers.
 
Card ternyata bukanlah penembak amatir. Beberapa media setempat melaporkan bahwa buletin penegakan hukum Maine mengidentifikasi Card sebagai instruktur senjata api terlatih.
 
Tak hanya itu, ia juga merupakan personel tentara cadangan Angkatan Darat AS yang baru-baru ini dilaporkan mengidap masalah kesehatan mental.
 
 
Card diduga memang seorang yang bermasalah. Media setempat juga menyebutkan ia pernah mengancam akan menembaki pangkalan Garda Nasional Amerika Serikat.
 
Insiden penembakan di Maine tersebut telah menewaskan 22 korban dan menyebabkan sekitar 50 orang luka-luka.
 
Masih dilansir dari Antara, laporan media yang dikutip Reuters sebelumnya menyebutkan ada lokasi penembakan ketiga di pusat distribusi Walmart. Namun pihak Walmart segera mengklarifikasi bahwa tidak ada penembakan di lokasi tersebut.
 
 
Sementara itu, Pusat Medis Central Maine di Lewiston menegaskan pihaknya "mengambil langkah terhadap peristiwa penembakan massal yang merenggut banyak korban", serta berkoordinasi dengan rumah sakit setempat untuk menerima pasien korban penembakan.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore