Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Oktober 2023, 16.36 WIB

Ganjar Siapkan Santri Menyambut Bonus Demografi

SILATURAHMI:: Ganjar berkunjung ke Pondok Pesantren Darul Habibi di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (15/10). - Image

SILATURAHMI:: Ganjar berkunjung ke Pondok Pesantren Darul Habibi di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (15/10).

JawaPos.com - Calon presiden (capres) Ganjar Pranowo menyebut generasi muda, termasuk di dalamnya para santri dan santriwati, merupakan salah satu pilar kekuatan bangsa Indonesia. Tak heran, Ganjar menggandeng Mahfud MD, seorang santri tulen yang profesional untuk menjadi cawapresnya.

Hal itu disampaikan Ganjar saat bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Darul Habibi di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (15/10). ’’Santri-santriwati harus dipersiapkan menyambut bonus demografi Indonesia,’’ ujar Ganjar didampingi Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional Ganjar for Presiden (TPN GP) TGB HM Zainul Majdi.

Menurut Ganjar, jika santri dibekali dengan baik dalam menyambut periode emas itu, dia optimistis Indonesia akan mampu menjadi negara yang maju. ’’Tuan Guru (TGB) ini sahabat saya yang sering memberi masukan mengenai dunia pesantren,’’ ucapnya.

Mantan gubernur Jawa Tengah dua periode itu melanjutkan, di Indonesia banyak ponpes yang telah menunjukkan kemampuannya melahirkan lulusan unggulan. Lulusan pondok pesantren memiliki kemampuan yang komprehensif. ’’Dari kecerdasan spiritual, intelektual, dan juga secara emosional, siap menghadapi siapa pun,’’ paparnya.

Ganjar juga mengungkapkan harapannya untuk dapat memenangi Pilpres 2024. Dengan dukungan TGB, NTB, dan Lombok, pihaknya yakin bisa meraih suara optimal. ’’Menangnya jangan banyak-banyak lah. Yang penting mutlak,’’ kata Ganjar, lalu tersenyum.

Kedatangan Ganjar ke Ponpes Darul Habibi mendapat sambutan meriah dari pengurus ponpes dan para santri. Ganjar pun disuguhi makanan khas Lombok, yakni nasi puyung. Nasi puyung merupakan makanan khas Lombok yang berisi nasi dan aneka lauk-pauk, biasanya dibungkus dengan daun pisang.

Nama puyung sendiri diambil dari asal daerah nasi itu, yakni daerah Puyung, Lombok Tengah. Nasi puyung berisi lauk yang lengkap dengan suwiran ayam atau daging, kedelai goreng, dan mi.

Mendapat suguhan tersebut, Ganjar langsung menyantapnya dengan lahap. Dia pun makan bersama para ulama, kiai, dan santri. ’’Makan bareng para ulama, makan bareng dengan santri, khas banget,’’ ungkap Ganjar.

Dia menuturkan, nasi puyung yang disajikan pihak Ponpes Darul Habibi sangat enak untuk disantap. Apalagi bila dimakan bersama dengan warga ponpes tersebut. ’’Makannya enak banget. Nasi puyungnya enak sekali,’’ jelasnya.

Lebih lanjut, Ganjar menjelaskan kedatangannya ke Ponpes Darul Habibi. Tujuan utamanya adalah silaturahmi dengan pengurus, ulama, dan santri di sana. ’’Bersilaturahmi. Suasana yang sangat menyenangkan,’’ ucapnya.

Ganjar berkunjung ke Ponpes Darul Habibi setelah menonton MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dia juga sempat berkunjung ke Ponpes Nurul Muhsinin. (als/c18/wir)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore