
PT KAI mengoperasikan KA feeder untuk menunjang operasional KCJB Whoosh
JawaPos.com-Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) Whoosh resmi akan beroperasi secara komersial mulai Rabu (18/10). KCJB Whoosh merupakan layanan moda transportasi baru yang menghubungkan antara Stasiun Halim di Jakarta Timur dan Stasiun Tegalluar di Bandung.
Meski memiliki relasi Jakarta-Bandung, KCJB Whoosh rupanya tidak berhenti tepat di pusat Kota Kembang.
Maka untuk mendukung operasional KCJB Whoosh, PT Kereta Api Indonesia (KAI) kini menyediakan layanan kereta api (KA) pengumpan alias feeder.
KA feeder yang dihadirkan KAI tersebut akan beroperasi dari Stasiun Tegalluar menuju Kota Bandung. Saat ini layanan KA Feeder memiliki rute yang akan berhenti di Stasiun Padalarang, Stasiun Cimahi, dan Stasiun Bandung.
Layanan KA feeder juga bisa dimanfaatkan oleh para penumpang KCJB Whoosh untuk menyambung perjalanan tanpa biaya sepeserpun alias gratis.
’’Hadirnya KA Feeder dengan waktu tempuh 19 menit dari Stasiun Padalarang ke Stasiun Bandung atau sebaliknya, akan mempermudah konektivitas masyarakat untuk menuju stasiun Kereta Cepat Whoosh melalui sistem transportasi yang bebas kemacetan dan tepat waktu,” ujar VP Public Relations PT Kereta Api Indonesia (KAI) Joni Martinus.
Sebagai transportasi pembantu, KA feeder ini sudah memiliki jadwal yang disesuaikan dengan kedatangan dan keberangkatan KCJB Whoosh.
Saat ini jumlah perjalanan KA feeder yang disiapkan untuk tahap awal hanya sebanyak 14 perjalanan pergi-pulang setiap harinya. Meski demikian, pihak KAI mengatakan bahwa jumlah perjalanan KA feeder akan ditambah secara bertahap dengan menyesuaikan jumlah perjalanan KCJB Whoosh
"Dengan menggunakan layanan kereta api cepat yang sudah terkoneksi tersebut, maka total waktu yang dibutuhkan antara pusat Kota Bandung dan Jakarta kurang lebih 1 jam. KAI memastikan bahwa perjalanan KA feeder beroperasi tepat waktu seperti layanan KAI yang sudah ada saat ini," kata Joni.
Selain jadwal, satu rangkaian KA Feeder juga sudah punya layanan dan fasilitas yang lengkap. Dalam satu rangkaian KA Feeder sudah terdiri dari 4 unit kereta dengan daya kapasitas maksimum sebanyak 393 penumpang.
Jik harus menampung penumpang lebih banyak, maka pihak KAI dapat merangkaikan 2 KA feeder menjadi 1 rangkaian sehingga kapasitasnya bertambah 2 kali lipat. KA feeder juga sudah dilengkapi dengan fasilitas rak bagasi dan toilet guna menambah kenyamanan bagi para penumpang.
Lebih lanjut, KAI sudah memastikan kalau perpindahan antar moda, antar peron, ruang tunggu, dan fasilitas yang disediakan dibuat senyaman dan semudah mungkin.
Upaya tersebut dilakukan KAI bertujuan untuk menumbuhkan minat masyarakat untuk beralih ke transportasi umum melalui layanan kereta api yang saling terkoneksi dan terintegrasi. ’’Hadirnya KA Feeder ini diharapkan menjadi daya tarik masyarakat untuk menggunakan Kereta Cepat Whoosh yang merupakan kereta cepat pertama di Asia Tenggara,” ujarnya.
Agar perjalanan Anda semakin lancar, berikut ini adalah jadwal KA Feeder KCJB Whoosh selengkapnya.
Jadwal KA Feeder Bandung–Padalarang

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
