Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Oktober 2023 | 19.24 WIB

Presiden RI Joko Widodo meminta ASN tidak alergi terhadap Perkembangan Teknologi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidatonya saat membuka Rapat Kerja Nasional Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Tahun 2023 di Hotel Mercure Ancol./ - Image

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidatonya saat membuka Rapat Kerja Nasional Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Tahun 2023 di Hotel Mercure Ancol./

JawaPos.com - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, membuka Rapat Kerja Nasional Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Tahun 2023 yang diselenggarakan di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Selasa (3/10).

Dalam sambutannya, Joko Widodo menuturkan bahwa Korpri adalah satu-satunya organisasi pegawai Republik Indonesia di luar kedinasan.

Demikian disampaikan Jokowi dalam sambutannya pada acara Rapat Kerja Nasional Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri).

Presiden Joko Widodo mengajak agar aparatur sipil negara (ASN) tidak alergi terhadap digitalisasi dan perkembangan teknologi.

"ASN jangan alergi terhadap teknologi dan digitalisasi, ini sangat penting," kata Presiden Jokowi dalam acara Rapat Kerja Nasional Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), di Jakarta, pada selasa (3/10) dikutip melalui ANTARA.

Dirinya juga mengatakan Indonesia harus lebih sigap untuk mengejar perubahan yang begitu cepat terjadi, guna menjadi negara maju.

"Butuh kelincahan kita itu, karena perubahannya, berubah-ubah akan sangat cepat sekali, dan juga tidak bisa kita cegah lagi. Mengejarnya harus lewat teknologi dan digitalisasi. Karakter itu yang menurut saya harus terus disampaikan kepada seluruh anggota Korpri," pinta Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi kembali mengingatkan apabila Indonesia tidak bisa memanfaatkan kesempatan, utamanya dalam tiga periode kepemimpinan Presiden ke depan, maka Indonesia bisa terjebak pada negara dengan pendapatan menengah, seperti yang dialami negara-negara di Amerika Latin sejak era tahun 1950 dan 1960-an hingga kini.

"Kalau kita tidak bisa mengubah sistem yang ada, menjadi lebih cepat menjadi lebih baik, menjadi lebih efisien ya kita akan terjebak kepada middle income trap, padahal peluangnya besar sekali," ucap Presiden.

Jokowi menekankan bonus demografi akan muncul di tahun 2030, selain itu Indonesia memiliki berkah sumber daya alam yang sesuai dengan tuntutan zaman yakni nikel yang diperlukan untuk baterai kendaraan listrik.

"Tapi kesempatan itu hanya muncul biasanya dalam satu peradaban, sebuah negara itu hanya sekali," ungkap Presiden Jokowi.

"Dan disampaikan kepada saya dari World Bank dari OECD, dari IMF, dari McKenzie semuanya menyampaikan, ‘Presiden Jokowi hati-hati Indonesia memiliki peluang besar untuk melompat, tapi kalau ditangani dengan cara yang keliru, rutinitas, monoton, mohon maaf negara anda akan terjebak pada negara berpendapatan menengah terus seperti yang terjadi di Amerika Latin’," lanjut Jokowi.

Karena itu, Jokowi menegaskan karakter ASN harus berubah, tidak monoton dan tidak terpaku rutinitas.

ASN diminta inovatif dan adaptif terhadap transfigurasi yang ada.

"Regulasi baik itu undang-undang, permen, perda, nanti ada peraturan dinas, peraturan menteri, ada peraturan dirjen, itu kurangi, karena sekarang butuh fleksibilitas yang tinggi," jelasnya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore