Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 September 2023 | 23.13 WIB

Pernah Bertugas Sebagai Pasukan Gegana, KPI Ragu Tewasnya Brigadir Setyo karena Kelalaian Bersihkan Senpi

Brigpol Setyo Herlambang, ajudan Kapolda Kaltara ditemukan meninggal usai pulang Jumatan atau shalat Jumat (22/9).

 
JawaPos.com - Kongres Pemuda Indonesia (KPI) meragukan penyebab kematian Brigadir Setyo Herlambang yang tewas karena lalai saat bersihkan senjata.
 
Hal ini karena rekam jejak dan latar belakang Brigadir Setyo Herlambang yang akrab dalam hal persenjataan.
 
Didukung dengan klarifikasi Kapolda Kaltara Irjen Daniel Adityajaya, yang menyatakan bahwa Brigadir Setyo Herlambang bukan ajudan, melainkan pengawal pribadi.
 
 
Sebagai pengawal pribadi, tentu memiliki kualifikasi di atas rata-rata, serta memahami kerumitan dan tingkat resiko bahaya yang cukup tinggi.
 
Sementara itu, korban juga tercatat pernah bertugas di Gegana Satbrimob Polda Kaltara. 
 
Pasukan Gegana dikenal sebagai kesatuan khusus Polri yang diberi tugas taktis, seperti penjinakan bahan peledak, kontra terorisme dan pemberontakan, penyelamatan sandera, Sampai penanganan ancaman kimia-biologi-radiasi (KBR) dan intelijen.
 
 
Menurut Presiden Kongres Pemuda Indonesia Pitra Romadoni Nasution, pasukan Gegana juga dikenal sebagai penjinak bahan peledak (Jihandak) yang melakukan denotasi pada serangan-serangan dengan bom.
 
"Sehingga Propam Polri perlu mendalami lagi kematian Brigadir Setyo tersebut mengingat pengalamannya yang pernah bertugas di Gegana," ungkap Pitra Romadoni Nasution, dikutip dari Pojoksatu pada Selasa (26/9).
 
Namun, jika kabar tersebut benar, maka kemungkinan besar korban mengarahkan moncong senpinya ke dadanya sendiri.
 
 
"Apakah dalam membersihkan senpi, laras (ujung pistol) menghadap dadanya sehingga peluru menembus jantung dan paru-paru yang mengakibatkan pendarahan hebat?" heran Pitra.
 
Pitra menekankan bahwa penyelidikan mendalam terkait kasus kematian Walpri Kapolda Kaltara Irjen Daniel Adityajaya ini sangat diperlukan.
 
Ia menilai publik akan sulit percaya jika korban yang pernah menjadi pasukan Gegana tersebut lalai saat membersihkan senjata api.
 
 
"Hal ini penting dilakukan untuk mewujudkan penegakan hukum dan hak asasi manusia yang berkeadilan serta transparan," tegas Pitra.
 
Pitra juga mempertanyakan kabar simpang siur terkait meninggalnya Brigadir Setyo Herlambang. Sebagian menduga korban melakukan bunuh diri, sebagian lain mengatakan bahwa korban lalai saat membersihkan senpi.
 
"Padahal hasil penyelidikan yang dilakukan Propam Polri belum selesai," kata dia.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore