
Tangkapan layar rekaman CCTV detik-detik anak TPQ meninggal dunia tertimpa beton (X, @mazzini_gsp)
JawaPos.com – Keluarga dari bocah yang tewas tertimpa tembok memilih mengambil penyelesaian masalah secara kekeluargaan.
Sang kakek, Masrisal mengaku telah mencabut laporan dari polisi dan memutuskan untuk menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan.
Hal itu disebabkan karena pelajar SMP yang menjadi tersangka dalam kasus ini masih memiliki ikatan saudara dengan keluarganya.
Seperti yang diketahui dari video cctv yang beredar luas, kematian korban bernama Gian (8) yang sedang mengambil wudhu disebabkan oleh anak SMP yang melakukan standing motor dan menabrak tembok hingga tembok runtuh menimpa korban.
Kecelakaan ini terjadi pada (18/9) pukul 15.09 WIB di Masjid Raya Lubuk Minturun, Jalan Lori Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang Sumatera Barat.
Pada waktu kejadian, korban sedang dalam kegiatan mengaji TPQ di masjid tersebut. Sebelum memulai sesi mengaji, Gian dan kawan-kawan memang ikut sholat berjamaah ashar terlebih dahulu.
“Memang sering sholat di sana cucu saya. Maghrib, isya, sholat di masjid itu. Pas kejadian itu sedang ambil wudhu mau sholat ashar. Habis itu baru mengaji, pulang jam 5 sore” jelas Masrisal.
pihak keluarga korban memilih menempuh jalur kekeluargaan/ sumber X
Sementara pelaku standing motor, yang masih merupakan pelajar SMP berusia 13 tahun diketahui berinisial MHA.
Masrisal menyampaikan, meski tindakan yang dilakukan MHA itu tidak benar untuk dilakukan oleh anak seusianya, namun pelaku tidak memiliki niat untuk mencelakai orang lain.
Lebih lanjut, Masrisal menyayangkan tentang kondisi tembok masjid yang rapuh sehingga mudah runtuh saat terbentur.
“Tidak ada pondasi pembantu di tengah dinding. Jadi pengaman nol. Salah itu. tempat parkiran dibuat seperti itu” ungkapnya
Korban yang bernama lengkap Gian Septiawan Ardani diketahui dimakamkan di pemakaman keluarga di kawasan Ganting Kota Padang.
Sebelumnya, kasus yang melibatkan murid SMP ini oleh polres setempat dikenai hukuman 359 KUHP terkait kelalaian dalam berkendara sehingga menyebabkan seseorang meninggal. Meski dalam proses peradilannya tetap dilakukan dengan peradilan anak dibawah umur.
Peristiwa yang menjadi viral di media sosial ini juga mendapat perhatian dari Wali Kota Padang, Hendri Septa yang menyayangkan tentang anak dibawah umur yang sudah diberi fasilitas sepeda motor.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
