Kereta Cepat Jakarta Bandung terlihat megah. (Sumber Foto: Akun Instagram/@keretacepat_id)
JawaPos.com - Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang sebelumnya disingkat KCJB, kini resmi memiliki nama baru, yaitu 'WHOOSH'.
Pemilihan nama kereta tercepat di ASEAN ini ditetapkan usai tim pemerintah menjajalnya beberapa waktu lalu.
"Namanya adalah WHOOSH," ungkap Ketua tim panel penilai lomba Identitas Jenama (nama dan logo) Kereta Cepat Indonesia, Triawan Munaf, dalam konferensi pers pada Kamis (21/9) seperti dikutip dari RBG (Jawa Pos grup).
Nama WHOOSH dianggap tepat karena kereta ini melaju sangat cepat saat diuji coba.
"Nama ini dilahirkan setelah semua merasakan. WHOOSH ini dalam bahasa asing artinya cepat karena kita mencari nama yang bisa secara internasional. Kalau di Jepang ada Shinkansen, sekarang kita punya WHOOSH di Indonesia," ujar Triawan.
Usut punya usut, WHOOSH ternyata tidak sekedar nama, namun juga memiliki kepanjangan, yaitu 'Waktu Hemat, Operasi Optimal, Sistem Handal'.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku kaget dengan pemberian nama Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) ini.
Sebab, Budi Karya menilai bahwa nama 'WHOOSH' lebih bagus bila dibandingkan dengan kereta cepat Jepang.
"Saya sendiri surprise dapat kata WHOOSH, saya terperangah, oh bagus juga ya," ucap Budi Karya Sumadi.
Pemerintah kemudian membuat sayembara untuk mendesain logo WHOOSH. Kini, sudah terdapat tiga logo yang akan ditentukan.
Pada Rabu (13/9) lalu, Presiden Joko Widodo melakukan uji coba operasional kereta api (KA) cepat relasi Jakarta-Bandung dari Stasiun KCJB Halim, Jakarta.
Presiden Jokowi melakukan uji coba didampingi oleh sejumlah menteri dan pejabat seperti Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Erick Thohir, hingga Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin.
Sejumlah pesohor juga turut serta dalam ujicoba ini, seperti Raffi Ahmad, Cak Lontong, Gading Marten, hingga Yuni Shara.
Ujicoba kereta cepat itu bermula dari Stasiun Halim menuju Stasiun Padalarang dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 28 menit dalam kecepatan hingga 351 km/jam.
Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan menaiki KA Feeder Kereta Cepat dari Stasiun Padalarang menuju Stasiun Bandung.
Perjalanan dari Stasiun Padalarang ke Stasiun Bandung menempuh waktu perjalanan selama 20 menit. Dengan demikian, dari Jakarta menuju pusat kota Bandung menempuh waktu sekitar 50 menit saja.