Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 September 2023 | 23.15 WIB

Tewas Saat Terlibat Tawuran Antar WNI di Taiwan, Pihak Keluarga Korban Meminta Pelaku Dihukum Berat

Kepolisian Taiwan berhasil menangkap 15 WNI imbas dari perkelahian antar dua perguruan silat Indonesia yang terjadi di Changhua.

 
JawaPos.com - Pihak keluarga dari TKI Jaenal Fanani (32), korban meninggal akibat penusukan dalam insiden tawuran antarperguruan silat di Taiwan pada Sabtu (2/9) lalu, berharap keadilan,
 
Dikutip dari Antara, mereka menuntut para pelaku yang juga sesama buruh migran dihukum setimpal sesuai hukum yang berlaku.
 
"Semoga para pelaku mendapat hukuman setimpal di sana (Taiwan)," kata Khoirul, wakil keluarga dari Jaenal Fanani yang menjadi satu-satunya korban meninggal dalam insiden tersebut.
 
 
Jaenal merupakan TKI dari Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek. Ia berangkat ke Taiwan pada 2015. 
 
Empat tahun kemudian, Jaenal disusul oleh sang adik yang juga kembarannya. Dalam tawuran tersebut, sang adik juga ikut dalam insiden tersebut.
 
"Adiknya kondisi baik-baik saja. Tidak masuk rumah sakit (seperti kabar yang berkembang). Jaenal padahal berencana pulang setahun lagi, kalau untuk kembarannya tidak tahu kapan rencana pulangnya," lanjut Khoirul.
 
 
Dia menyebut mendapatkan kabar duka itu pada Sabtu (2/9) malam. Setelah itu, dia menginformasikan kabar duka itu ke pihak keluarga. 
 
Sejauh ini belum seluruh pihak keluarga besar Jaenal Fanani mengetahui insiden tawuran di Taiwan itu. Pihaknya juga masih menunggu informasi resmi tentang peristiwa yang beredar luas di media sosial tersebut.
 
"Dapat kabar malam minggu sekitar pukul 23.00 WIB. Terus bilang ke keluarga Minggu pagi. Keluarga sudah tahu, namun hanya beberapa saja yang tahu penyebabnya," katanya.
 
 
Seperti diberitakan sebelumnya, melansir laporan Taiwan News, insiden tawuran massal yang melibatkan puluhan TKI terjadi di luar stasiun kereta api Taiwan Barat, tepatnya di Kota Changhua.
 
"Perkelahian tersebut melibatkan 30 WNI dan menyebabkan 1 WNI meninggal dan 1 WNI luka-luka. Setelah menjalani perawatan di rumah sakit, satu korban luka tersebut dinyatakan sembuh pada Senin (4/9),” ujar Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, Selasa (5/9).
 
Dalam bentrokan kelompok pesilat TKI itu mengakibatkan satu orang meninggal, satu orang cedera serius dan  sisanya ditangkap.
 
 
Sebanyak 15 orang ditetapkan jadi tersangka. Polisi juga menemukan sejumlah senjata tajam yang diduga digunakan untuk tawuran.
 
Para tersangka telah dipindahkan ke Kantor Kejaksaan Distrik Changhua untuk diselidiki atas tuduhan pembunuhan, penyerangan dan berpartisipasi dalam perkelahian yang mematikan.
 
Pihak berwenang akan menginformasikan kepada broker dan perusahaan mengenai pekerja migran yang terlibat.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore