Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 September 2023 | 00.20 WIB

Kekasih Ungkap Jenazah Imam Masykur Mengenaskan, Ada Lubang di Dada

Yuni Mauliza, kekasih Imam Masykur korban penculikan dan penyiksaan hingga tewas oleh oknum Paspampres Riswandi Manik dan rekannya. - Image

Yuni Mauliza, kekasih Imam Masykur korban penculikan dan penyiksaan hingga tewas oleh oknum Paspampres Riswandi Manik dan rekannya.

 
JawaPos.com - Tunangan Imam Masykur, Yuni Maulida, 23, mengungkap kondisi kekasihnya saat pertama kali ditemukan. Menurutnya, kondisi Imam begitu mengenaskan dengan berbagai luka yang ada pada tubuh almarhum.
 
Yuni mengatakan, pertama kali melihat jenazah Imam saat di rumah saikt daerah Karawang, Jawa Barat. Jenazah dibawa ke rumah sakit tersebut setelah ditemukan mengambang di sungai.
 
"Kalau waktu yang saya lihat, kondisi jenazah waktu di Karawang, itu posisi kepala almarhum ada luka. Terus, di sini ada juga luka di badan (dada) sebelah kiri," kata Yuni di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (5/9).
 
 
Meski begitu, Yuni tidak mengetahui pasti penyebab luka berlubang tersebut. Sebab, pihak rumah sakit tidak menjelaskan kepadanya.
 
"Nggak tau bekas apa, nggak tahu karena apa. Disebelah kiri ada bolongnya pokoknya lubang ada lubangnya," imbuhnya.
 
Sementara itu, Kuasa Hukum Keluarga Imam, Putri Maya Rumanti menambahkan, kondisi tubuh Imam sudah membengkak saat awal ditemukan. Ditemukan pula memar di bagian badan dan wajah.
 
"Kondisi jenazah sudah membengkak. wajahnya juga sudah tidak dikenali lagi. Kalau tunangannya mengenal, tapi sudah tidak baik. ada memar di wajah, ada memar di dada gitu," ungkapnya.
 
Terkait luka bolong di dada pun diharapkan bisa diketahui dari autopsi yang dilakukan RSPAD Gatot Subroto. "Kalau menurut pacarnya yang lihat, ada seperti lobang tembakan, tapi belum tahu apakah itu lobang tembakan atau ditusuk ataukah di dada sebelah kiri, seperti lobang," pungkasnya.
 
Sebelumnya, seorang pemuda berusia 25 tahun bernama Imam Masykur, warga Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh, dilaporkan meninggal dunia. Korban diculik dan dianiaya sejumlah oknum militer.
 
Akun media sosial X (dulu Twitter) bernama @Aceh mengungkapkan, oknum tersebut terdiri atas 3 orang TNI yaitu 1 dari Paspampres dan 2 orang lagi anggota TNI.
 
Berdasar informasi dari akun tersebut, kejadian bermula saat korban dilaporkan menghilang dan diduga diculik pada 12 Agustus di kawasan Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Setelah itu, keluarga korban mengaku masih menerima telepon dari korban. Saat itu korban menyebutkan sedang dianiaya pelaku yang menjemputnya secara paksa. Para pelaku juga mengirimkan pada keluarga korban video penyiksaan yang akhirnya saat ini viral di media sosial.
 
Video pertama memperlihatkan korban dipukul berulang kali di bagian punggung menggunakan benda tumpul. Saat yang bersamaan pelaku mengancam pihak keluarga untuk segera mentransfer uang tebusan Rp 50 juta. Pelaku tersebut juga mengatakan apabila uangnya tidak segera dikirimkan, korban akan dihabisi kemudian dibuang ke sungai.
 
Di video lain terlihat punggung korban yang sudah dipenuhi luka lebam dan berdarah. Korban juga diketahui menelepon temannya guna meminta bantuan agar dapat meminjamkan sejumlah uang sesuai permintaan pelaku. Dia mengaku sudah tidak kuat disiksa lagi.
 
Setelah itu, korban tidak dapat dihubungi dan tidak kunjung pulang ke rumah. Akhirnya pihak keluarga yang diwakili Said Sulaiman melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya pada 14 Agustus.
 
Namun setelah berhari-hari tidak ada kabar dari korban, baru pada 24 Agustus pihak keluarga korban mendatangi RSPAD Jakarta Pusat guna menjemput Imam Masykur yang telah meninggal.
 
 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore