Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Juni 2020 | 19.31 WIB

Presiden Jokowi Ikuti KTT ASEAN Virtual Pertama

PERTEMUAN PEMIMPIN: Presiden Joko Widodo mengikuti KTT ke-36 ASEAN melalui telekonferensi di Istana Kepresidenan Bogor, kemarin (26/6). Presiden didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko PMK Muhadjir Effendy, Menteri Luar Negeri Retno Marsud - Image

PERTEMUAN PEMIMPIN: Presiden Joko Widodo mengikuti KTT ke-36 ASEAN melalui telekonferensi di Istana Kepresidenan Bogor, kemarin (26/6). Presiden didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko PMK Muhadjir Effendy, Menteri Luar Negeri Retno Marsud

JawaPos.com - Untuk kali pertama sejak ASEAN didirikan 53 tahun silam, konferensi tingkat tinggi (KTT)-nya diselenggarakan secara virtual. Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung membuat pertemuan fisik tidak mungkin dilaksanakan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengikuti KTT ASEAN Ke-36 dengan tuan rumah Vietnam itu dari Istana Bogor kemarin (26/6). Dia didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko PMK Muhadjir Effendy, Menlu Retno Marsudi, dan Seskab Pramono Anung. Para pemimpin di kawasan Asia Tenggara membahas sejumlah inisiatif dan kerja sama, termasuk dalam menangani pandemi Covid-19.

Jokowi menyebutkan bahwa ASEAN sudah memiliki fondasi komunitas yang kuat sebagai sebuah komunitas selama lima dekade. Fondasi itu cukup untuk menjadi bekal melawan pandemi. ”Tugas kita sebagai pemimpin ASEAN adalah memberikan arah yang jelas untuk menghadapi situasi sulit ini,” ujarnya.

Ada dua hal yang menurut Jokowi harus dilakukan bersama. Selain kolaborasi penanganan pandemi, yang tidak boleh dilupakan ialah mempercepat pemulihan ekonomi negara-negara ASEAN. Mengingat, IMF baru-baru ini memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global bakal mencapai –4,9 persen hingga akhir tahun. Turun dari prediksi sebelumnya –3 persen.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan ialah mendorong ASEAN travel corridor. ”Sudah saatnya ASEAN, sebagai satu komunitas, memikirkan pengaturan ASEAN travel corridor,” lanjut presiden.

Tentu pengaturan harus dilakukan dengan hati-hati, terukur, dan bertahap. Dimulai dengan essential business travel yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Kemudian, akses digital bagi UMKM juga harus diperluas. Selain itu, ASEAN bisa mengandalkan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang ditandatangani tahun ini. ”RCEP akan menjadi kekuatan dan harapan baru bagi pemulihan serta resiliensi ekonomi di kawasan pasca-Covid-19,” tutur mantan gubernur DKI Jakarta tersebut.

Menlu Retno Marsudi mengutip catatan Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi. ”Untuk pertama kalinya di dalam 23 tahun terakhir, ASEAN mengalami kontraksi ekonomi,” ucapnya. Hal itu terjadi sebagai akibat meluasnya pandemi Covid-19. Meskipun demikian, ASEAN telah berhasil melakukan tindakan yang cepat dan desisif. Salah satunya dengan membentuk regional pandemic response fund.

KTT kali ini menghasilkan dua deklarasi. Retno menjelaskan, deklarasi pertama berisi komitmen para pemimpin ASEAN untuk memperkuat solidaritas dan mekanisme kawasan agar mampu mengatasi tantangan dunia. ”Ada beberapa hal yang digarisbawahi. Antara lain komitmen untuk mengurangi dampak Covid melalui rencana pemulihan yang komprehensif,” lanjut Retno.

Deklarasi kedua berisi komitmen untuk terus mengembangkan kapasitas SDM di negara masing-masing. Terutama bagi perempuan, penyandang disabilitas, lansia, dan warga yang tinggal di wilayah terpencil.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

https://www.youtube.com/watch?v=XYYOimpmX78

 

https://www.youtube.com/watch?v=Ttt6j0l4nrc

 

https://www.youtube.com/watch?v=FTDuMDYXHio

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore