
Pekerja melakukan perawatan di Depo Kereta Cepat Tegalluar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat,Rabu (17/5/2023). Menjelang target pelaksanaan operasional Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) pada 18 Agustus 2023 mendatang, sejumlah persiapan terus digalakan PT
JawaPos.com - Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno pesimistis kereta cepat Jakarta–Bandung (KCJB) dapat beroperasi Oktober 2023.
Salah satu alasannya, pembangunan stasiun KA cepat tersebut belum tuntas 100 persen. ”Untuk Stasiun Padalarang saja baru selesai 70 persen. Rasanya tidak mungkin selesai Agustus ini. Jadi, masih jauh harapan (operasional Oktober, Red)," ungkap Djoko.
Meskipun begitu, akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata tersebut tidak mempermasalahkan jika operasi KCJB memang harus mundur dari jadwal yang ditargetkan. Bahkan, dia menilai hal itu lebih baik daripada tergesa-gesa.
Apalagi, pemda yang di wilayahnya terdapat stasiun KA cepat dinilainya belum siap. ”Jadi, lebih baik Desember saja sekalian untuk hadiah tahun baru. Jangan dipaksakan segera beroperasi," tuturnya.
Djoko menjelaskan, KCJB merupakan proyek strategis nasional (PSN). Karena itu, pemda semestinya turut serta mendukungnya. Bentuk dukungan bisa berupa membangun akses maupun menyediakan feeder-feeder ke stasiun masing-masing. Hal itu saat ini belum dilakukan pemda.
”Dan sebenarnya kalau memang mau, bisa kok mereka berinisiatif ke perusahaan-perusahaan. Apalagi, kan di sana banyak perusahaan dan pasti perusahaan pun mau lewat CSR atau sebagainya," terang dia.
Hingga saat ini, lanjut Djoko, akses maupun feeder dari kawasan perumahan maupun lainnya ke stasiun KA cepat masih jauh dari kata memadai. Padahal, akses maupun feeder tersebut merupakan hal paling krusial untuk kesuksesan KCJB. Saat ini akses yang sudah memadai hanya di Stasiun Halim.
”Kalau nantinya akses ke stasiun KA cepat itu mudah dijangkau dari mana saja, pasti masyarakat akan banyak yang menggunakan KA cepat. Tapi, kalau tidak, paling akhirnya masyarakat naik KA cepat itu ya hanya sekadar naik karena ingin mencoba," paparnya.
Djoko menambahkan, berdasar pengalaman menjajal KA cepat di luar negeri seperti di Prancis dan Korea, semua stasiun berada di pusat-pusat kota. Tidak seperti KA cepat yang digarap di Indonesia saat ini. Stasiunnya berlokasi di area pinggir kota. Karena itu, akses KA cepat di luar negeri mudah dijangkau.
”Kalau misalnya dari Stasiun Halim mau ke Dukuh Atas harus naik LRT, dari Padalarang mau ke Bandung naik KA feeder, dan dari Tegalluar jalan kaki ke tengah kotanya atau naik ojek," katanya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
