
media sosial digegerkan dengan foto yang menunjukkan sejumlah mahasiswa baru (maba) Universitas Brawijaya (UB) berbaring di sebuah ruang perawatan.
JawaPos.com – Kegiatan ospek atau pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (maba) sudah menjadi agenda tahunan yang tak boleh tertinggal. Hal ini karena ospek dianggap sebagai gerbang utama di setiap perguruan tinggi untuk memperkenalkan budaya dan kehidupan perkuliahan nantinya.
Beragam manfaat yang akan diterima oleh maba dalam kegiatan ini, namun di sisi lain juga ada yang kontra lantaran dianggap sebagai rangkaian kegiatan yang cukup melelahkan.
Seperti baru-baru ini viral beredar foto kegiatan pra-ospek atau pra-PKKMB Raja Brawijaya Universitas Brawijaya (UB) yang mendapat sorotan publik. Hal ini lantaran banyak maba yang diduga pingsan pada Minggu (13/8).
Melansir Radar Malang, dari foto yang diunggah di akun Twitter @JeandraLee terlihat sejumlah maba UB sedang mendapat perawatan. Dari unggahan tersebut muncul dugaan jika para maba tumbang, karena tidak kuat mengikuti aktivitas pra-PKKMB Raja Brawijaya 2023.
Terkait dugaan tersebut, ketua pelaksana PKKMB Raja Brawijaya 2023 Pugoh Ananta Putra membantah jika maba dalam foto tersebut pingsan. Pugoh mengatakan, mereka sedang beristirahat di posko kesehatan.
“Sementara yang terkonfirmasi di kami ada 30 maba,” pungkasnya, dikutip dari Radar Malang, Selasa (15/8).
Lebih lanjut, dia menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan 30 maba tersebut tumbang. Seperti belum sarapan, punya penyakit bawaan dan sedang dalam masa pemulihan setelah sakit. Sehingga pihaknya juga membantah dugaan para maba pingsan akibat beban tugas yang berat.
Di sisi lain, usai viralnya kasus tersebut akun sosial media Universitas Brawijaya diserbu para maba yang mengeluhkan kegiatan pra-PKKMB. Keluhan tersebut terkait dengan tugas ospek yang dianggap terlalu berat dan menelan biaya yang tidak sedikit.
“Aku nemenin adek ngeprint dan beli karton bisa 300 ribu lebih, kalau maba yang kurang mampu gimana. Tolong panitianya lebih tanggep lagi,” tulis akun @cufucafanback, dikutip JawaPos.com, Selasa (15/8).
Diketahui jika tugas pra-PKKMB, terdapat enam item yang harus disiapkan maba. Di antaranya twibbon dan video perkenalan di TikTok, esai IPP (Indeks Pembangunan Pemuda), esai Pancasila dan Kebangsaan, salindia atau alas slide tentang etika bermedia sosial, kuis tentang UB dan motivation letter masuk UB.
Selain itu, maba juga harus membuat tugas paper mob yang digadang-gadang menelan biaya tidak sedikit.
Terkait hal tersebut, banyak kritikan yang ditujukan kepada pihak panitia PKKMB Raja Brawijaya 2023, termasuk para alumni dan mantan panitia ospek UB juga turut bersuara.
“Aku alumni UB termasuk panitia tahun 2016-2017, jaman itu emang uda ada papermob, tapi paper udah tersedia dari kampus. Untuk penugasan juga cuman bikin esai. Gak ada yang kek gini sih kebangetan emang,” tulis @daisy.
Orang tua maba UB juga terlihat turut memberikan kritikan dan menyampaikan kekecewaannya pada kegiatan ospek tahun ini. “Terus terang saya kecewa dengan UB dan panitia, banyak rekan-rekan anak saya kemarin pingsan dan biaya beli ratusan ribu, jadwal acak adul,” tutur @didit.irwantoko.
Selain kritikan yang diberikan kepada panitia PKKMB, maba juga berharap ada evaluasi yang lebih baik. Mengingat pelaksanaan ospek atau PKKMB di Universitas Brawijaya (UB) dijadwalkan pada Senin (14/8) hingga Rabu (16/8).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
