Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 April 2020 | 21.14 WIB

Permintaan Meningkat, Industri Jamu Malah PHK 30 Persen Karyawan

Warga mengenakan kostum superhero membagikan jamu tradisional kepada pengguna jalan di Solo Baru,Sukoharjo,Rabu (4/3).Merebaknya virus corona membuat warga tersebut berinisiatif membagikan empon-empon dan jamu sebagai sarana mencegah dini virus corona.Ari - Image

Warga mengenakan kostum superhero membagikan jamu tradisional kepada pengguna jalan di Solo Baru,Sukoharjo,Rabu (4/3).Merebaknya virus corona membuat warga tersebut berinisiatif membagikan empon-empon dan jamu sebagai sarana mencegah dini virus corona.Ari

JawaPos.com - Pandemi global Covid-19 membuat masyarakat semakin sadar akan kesehatan. Bahkan, saat ini produk jamu mulai diminati oleh masyarakat terkait peningkatan daya tahan tubuh.

Meskipun begitu, Ketua Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia (GP Jamu) Dwi Ranny Pertiwi mengatakan bahwa peningkatan permintaan itu tidak sejalan dengan nasib para pekerja. Sebab, perusahaan jamu merumahkan karyawannya sebesar 30 persen.

"Dalam hal ini, beberapa industri ada sekitar 30 persen di wilayah (daerah) mulai merumahkan karyawannya," katanya dalam rapat bersama Komisi VI DPR, Senin (27/4).

Dirinya mengungkapkan, alasan perusahaan merumahkan para karyawannya adalah untuk memangkas biaya operasional. Apalagi saat ini juga terdapat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang tentunya menghambat pergerakan distributor. "Pengiriman agak terlambat ke wlayah Kalimantan dan Indonesia Timur," tuturnya.

Adapun, Wakil Ketua GP Jamu Thomas Hartono pun menanggapi perkataan Ranny dan mengatakan bahwa kebijakan PSBB membuat distribusi jamu terbatas.

"Untungnya 99 persen bahan baku dari dalam negeri dan semuanya tidak masalah hambatannya, hanya distribusi tapi tidak terlalu bermasalah, masalahnya mungkin di pergerakan peredaran yang tidak terlalu bebas," terang dia.

Selain itu, pihaknya juga tengah mengoptimalkan penjualan secara online. "Diharapkan dengan ini tidak menurunkan omzet industri jamu," tutup dia.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore