Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 April 2020 | 18.40 WIB

Besok, Satgas Covid-19 MUI dan Pemerintah Gelar Dzikir Nasional

Ilustrasi sampel darah yang terindikasi positif virus Korona. Antara - Image

Ilustrasi sampel darah yang terindikasi positif virus Korona. Antara

Jawapos.com — Satgas Covid-19 MUI bekerjasama dengan BNPB, Kantor Wapres, Kementerian Agama RI, dan Kemenkominfo, akan mengadakan Dzikir Nasional Menolak Musibah Pandemi Covid-19 sekaligus Menyambut Bulan Ramadan.

Kegiatan akan digelar Kamis 16 April 2020 pukul 19.30-20.30 WIB yang akan dilakukan secara daring dengan siaran langsung TVRI, live streaming Youtube Wapres, official Youtube dan medsos Kemenag, BNPB, dan official Youtube TV MUI.

Juru bicara Satgas Covid-19 MUI, KH M Cholil Nafis menjelaskan, dzikir nasional akan diikuti seluruh komponen umat secara nasional, Ormas Islam, tokoh umat, dan instansi pemerintah.

Kiai Cholil mengatakan, dzikir nasional akan dipandu Ketua Umum MUI non aktif yang juga Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof Dr Din Syamsudin, Menteri Agama RI, dan ketua-ketua ormas Islam dan tokoh umat.

Dia memaparkan, acara akan disiarkan dari titik fokus acara di Jakarta yaitu Istana Wapres, Kantor MUI Pusat, Kementerian Agama RI, dan kantor BNPB. Sementara itu di daerah akan dilakukan dengan fokus liputan di Indonesia barat, Indonesia tengah, dan Timur. “Semuanya dilakukan di rumah masing-masing untuk tetap menjaga jarak fisik atau physical distancing,” ujar dia di Jakarta, Rabu (15/4).

Kiai Cholil menjelaskan, relevansi dan urgensi kegiatan ini. Menurut dia, dzikir nasional bertujuan untuk meminta perlindungan Allah SWT dalam menghadapi musibah pandemi Covid-19, serta menggugah kesadaran umat untuk muhasabah, dzikir, dan taubat kepada Allah SWT.

Menurut dia, sikap tawakkal dalam menghadapi musibah pendemi Covid-19 adalah melakukan ikhtiar kemanusiaan seraya memanjatkan doa dan taubat kepada Allah SWT. Ikhtiar menjaga jarak fisik atau physical distancing dan tetap di rumah saja adalah bagian dari upaya memutus mata rantai penularan virus corona.

Namun, Kiai Cholil berpendapat, upaya itu saja tak cukup bagi umat yang beriman. Sebab senjata orang mukmin adalah doa. Karenanya, upaya akan maksimal manakala dipersenjatai dengan doa. Sehingga ikhtiar akan menghasilkan tujuan menghindar dari wabah manakala disertai dengan doa.

“Pandemi Covid-19 telah menunjukkan betapa kuasa Allah SWT dan lemahnya manusia. Hikmahnya, musibah ini mengajarkan kita untuk muhasabah diri dan taubat kepada Allah SWT seraya memohon pertolongan-Nya,” tutur dia.

Dia berharap Dzikir Nasional dan Tarhib Ramadan adalah bagian dari ikhtiar yang utuh antara lahir dan batin dalam menghadap cobaan dari Allah SWT. “Untuk menguatkan ikhtiar lahir, acara dzikir ini akan dilakukan secara berkala sampai lebaran tiba,” kata dia.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=6kgbEkZwP28

https://www.youtube.com/watch?v=YQNMssiq8zo

https://www.youtube.com/watch?v=dmitwOvsfJE

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore