
RS Polri memastikan informasi valid hanya dari pihak berwenang
JawaPos.com - Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur menggelar pertemuan dengan keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Ari Jt-610, Kamis (1/11). Mereka membuka sesi tanya jawab dengan keluarga yang masih menunggu kepastikan korban yang masih dalam pencarian.
Pada kesempatan itu, Kepala RS Polri Brigjen Pol Musyafak didampingi oleh Direktur Operasi Lion Air I Putu Wijaya. Musyafak mengawali dengan memberikan kepastian kepada keluarga korban, bahwa informasi valid hanya yang berasal dari pihak berwenang. Sementara informasi diluar itu bisa dibilang hoax.
"Informasi ini resmi. Saya pastikan kalau ada kabar diluar informasi dari kami, merupakan kabar hoax," ungkap Musyafak di Gedung Promoter Lantai 1, Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur Kamis (1/11).
Hal itu, terkait dengan banyaknya kabar hoax yang beredar di media sosial. Salah satunya yakni beredar video berdurasi 1 menit yang menunjukkan suasana kepanikan penumpang pesawat yang konon katanya sebelum jatuh ke perairan.
Dirinya pun meminta kepada keluarga korban agar tidak mudah percaya terhadap berita-berita yang diterima bukan dari sumber resmi. Ia memastikan akan terus memberikan informasi selengkap-lengkapnya kepada keluarga mengenai proses pencarian korban.
Keluarga korban diajak untuk bekerjasama dalam memberikan data-data yang diperlukan untuk proses identifikasi. Sehingga diharapkan proses bisa berjalan dengan lancar dan cepat.
"Kami memahami perasaan yang dialami bapak dan ibu semua. Mungkin ada kecemasan, strees. Dan yang terpenting, kita sama-sama membantu dalam proses. Khususnya identifikasi," ujar Musyafak.
Sementara beberapa keluarga korban pesawat Lion Air mempertanyakan terkait nasib keluarga mereka yang menjadi korban. Apakah keluarga yang sempat menumpangi pesawat tersebut, ada kemungkinan bisa selamat atau tidak dalam kecelakaan tersebut.
"Pertanyaan ini kami tidak bisa menjawab. Itu semua kuasa Tuhan, jika ada mukjizat, kami semua tidak akan pernah tahu," jawabnya kepada salah seorang keluarga korban.
Seorang perwakilan dari keluarga korban lain menanyakan terkait persentase korban yang dapat diidentifikasi oleh pihak RS Polri. Pasalnya koban yang ditemukan tidak dalam keadaan utuh.
"Kami menerima beberapa body part, potongan tubuh, itu kita tidak bisa pastikan berapa orang atau berapa persen yang teridentifikasi. Karena semua itu butuh waktu dan mereka mengatre dalam proses pengidentifikasiannya," jelasnya.
Dari pantauan JawaPos.com, beberapa kelurga korban terlihat letih menunggu kabar mengenai proses pencarian dan evakuasi korban. Bahkan sampai ada yang tertidur di sekitaran Gedung Promoter tersebut.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
