
Photo
JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mencatat dua hal penting dari pertemuannya dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023.
"Ada dua kalimat yang sangat puitis tadi dari KPK, yaitu kami (pimpinan KPK, red) akan bekerja keras, berperang melawan korupsi," kata Mahfud menirukan ucapan Firli dalam sambutannya bersama pimpinan KPK, di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (7/1).
Selain itu, Mahfud menyebut pimpinan KPK jilid lima akan bekerja semaksimal mungkin dalam upaya pemberantasan korupsi. Karena, sebelum resmi dilantik sebagai pimpinan KPK, para pimpinan baru tersebut banyak menuai kritik.
"Kami akan berbuat yang terbaik Meskipun mungkin tidak ada orang yang menganggap kami baik," ujar Mahfud menirukan pernyataan Filri.
Oleh karena itu, Mahfud menyebut tidak penting mendengarkan kritik yang tidak berdasar. Sehingga KPK ke depan, diharapkan dapat membantu tugas-tugas negara.
"Jadi siapapun yang main-main dengan proyek APBN keuangan negara seperti korupsi akan diperangi secara sungguh-sungguh siapapun akan disikat habis," tegas Mahfud.
Kendati demikian, Mahfud mengharapkan adanya sinergisitas antara KPK, Kejaksaan dan Polri dalam upaya pemberantasan korupsi.
"Kami bersepakat tadi dengan pak Firli untuk saling menguatkan, kita akan dorong KPK akan kuat, tetapi juga kita akan imbangi disini Kejaksaan Agung dan kepolisian yang berada di lingkup Kemenko Polhukam, itu termasuk juga saber pungli, itu juga akan diperkuat," pungkasnya.
Dalam kunjungan itu nampak lima pimpinan KPK diantaranya Ketua KPK Firli Bahuri beserta empat orang wakilnya yakni, Alexander Marwata, Lili Pantauli Siregar, Nurul Ghufron dan Nawawi Pomolango.
Dalam sambutannya, Firli menyampaikan pimpinan KPK membicarakan tiga hal kepada Menko Polhukam Manfud MD. Karena kini KPK berada di bawah jajaran eksekutif.
"Selaku pimpinan KPK periode 2019-2023 memperkenalkan diri kepada bapak Menko Polhukam selaku Menteri koordinator di bidang eksekutif, KPK masuk dalam rumpun eksekutif dan penegakan hukum, itu yang pertama," kata Firli.
Jenderal bintang tiga ini menyebut, pimpinan KPK jilid V juga tidak hanya fokus pada bidang penindakan. Namun juga khususnya bidang pencegahan dalam upaya memberantas korupsi.
"Program-program pemberantasan korupsi itu sebagaimana harfiah Pemberantasan Korupsi adalah serangkaian tindakan pencegahan dan penindakan melalui 6 tugas pokok KPK sebagaimana Pasal 6 Undang-Undang Nomor 19 tahun 2019," ucap Firli.
Mantan Kapolda Sumatera Selatan ini pun menyampaikan, pihaknya akan bersama-sama membantu kinerja pemerintah untuk mewujudkan tujuan negara. Hal ini sebagaimana termaktub dalam alinea ke-4 UUD 1945 yang tertuang di pembukaan, antara lain disebutkan adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut aktif memelihara perdamaian dunia.
"Terkait dengan itu, tentu dalam rangka mewujudkan tujuan negara, pemerintah pasti melakukan program program nasional 2019-2025, terkait dengan itu maka ada lima program nasional yang harus kita amankan semua. Karena itu adalah dalam rangka mewujudkan tujuan negara tadi," jelas Firli.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
