Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 November 2019 | 03.05 WIB

Bentuk Pasukan Cadangan, Prabowo Bakal Libatkan Mendikbud Nadiem

Prabowo Subianto melaksanakan serah terima jabatan Menteri Pertahanan (Menhan) dengan Ryamizard Ryacudu di Kantor Kemenhan, Jakarta, Kamis (24/10/19). FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS - Image

Prabowo Subianto melaksanakan serah terima jabatan Menteri Pertahanan (Menhan) dengan Ryamizard Ryacudu di Kantor Kemenhan, Jakarta, Kamis (24/10/19). FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

JawaPos.com - Aspek pertahanan nasional menjadi salah satu bahasan utama dalam rapat kerja antara Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dengan Komisi I DPR. Ketua Umum Gerindra itu pun berencana menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nadiem Makarim.


Tujuannya untuk membentuk tenaga perwira berupa komponen cadangan dari kalangan terdidik. Mereka akan disiapkan secara khusus untuk menjaga kedaulatan dan mempertahankan NKRI apabila negara dihadapkan pada situasi perang.


Namun, sejauh ini Prabowo yang merupakan mantan Danjen Koppasus itu masih enggan merinci soal konsep pembentukan pasukan cadangan dari kalangan terdidik itu.


“Nanti pada saatnya akan kita tampilkan,” kata Prabowo usai menggelar rapat dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/11). 


Prabowo sejauh ini hanya membantah konsep yang diwacanakannya itu adalah wajib militer bagi pelajar dan mahasiswa. Menurutnya, sifat dari kerjasama ini hanya untuk menciptakan komponen cadangan. 


“(Wajib militer) Saya kira dalam undang-undang kita tidak sampai di situ. Tapi ini lebih bersifat komponen cadangan,” jelasnya.


Prabowo juga menuturkan, Kemendikbud dianggap menjadi komponen penting dalan sistem pertahanan negara. Karena kementerian itu yang mengurusi lahirnya generasi terdidik yang diharapkan bisa menjadi turut andil dalam mempertahankan NKRI.


“Iya tentunya harus kita ikut sertakan karena dalam kompetensi cadangan, itu juga menyangkut pembentukan kekuatan cadangan kita yang akan mengandalkan kekuatan rakyat. Terutama para golongan terdidik, S3, S2, dan S1 lalu golongan mahasiswa,” tegas Prabowo.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore