Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Oktober 2019 | 03.00 WIB

Respons Kekeringan Ekstrem, ACT Luncurkan Water Truck 2.0

Aksi Cepat Tanggap (ACT) meluncurkan water truck 2.0. Truk jenis Hino yang dirakit oleh karoseri Misitama ini mampu mengangkut 20.000 liter air. (Abdul Rozak/JawaPos.com) - Image

Aksi Cepat Tanggap (ACT) meluncurkan water truck 2.0. Truk jenis Hino yang dirakit oleh karoseri Misitama ini mampu mengangkut 20.000 liter air. (Abdul Rozak/JawaPos.com)

JawaPos.com - Merespons kemarau ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia, Aksi Cepat Tanggap (ACT) meluncurkan water truck 2.0. Truk jenis Hino yang dirakit oleh karoseri Misitama ini mampu mengangkut 20 ribu liter air.

Water truck 2.0 ini bisa difungsikan sebagai mobil pemadam kebakaran (damkar) menyemprotkan air dengan tekanan maksimal 7 bar. Pada bagian pojok belakang dan bawah terdapat lubang air untuk memadamkan api lebih merata.

"Water truck 2.0 kami akan keliling membawa air sebagai sumber kehidupan. Tidak hanya itu, fungsi baru armada ACT ini membantu aksi kemanusiaan lainnya," kata Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudin di Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, Bekasi, Rabu (30/10).

Water truck 2.0, lanjut Ahyudin, akan berkeliling ke seluruh wilayah Indonesia yang dilanda kekeringan dan bencana lainnya. Ke depan, ACT menargetkan memiliki 20 unit water truck 2.0.

"Kehadiran water truck ini tentu akan membawa dampak positif. Masyarakat yang dilayani menjadi lebih banyak. Maka dari itu, ke depan kita ingin punya 20 unit seperti ini," ujar Ahyudin.

Direktur Program ACT Wahyu Novyan mengatakan, ACT memiliki puluhan unit water truck dengan kapasitas 8 ribu liter untuk sekali angkut. Harga water truck 2.0 ini dibanderol tidak lebih dari Rp 2 miliar.

"Saat ini sedang dipesan 10 unit di perusahaan karoseri di Bekasi. Truk ini akan mobile keliling ke daerah-daerah yang alami kekeringan, bencana alam, dan sebagainya," kata Wahyu.

Sebelumnya, ACT mendistribusikan 130 ribu liter air bersih di Desa Ridogalih dan Ridomanah, Cibarusah, Bekasi. Kedua desa idilanda kekeringan dan kemarau ekstrem, sejak enam bulan lalu tidak turun hujan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore