Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Agustus 2019 | 23.33 WIB

Bandara Soetta Pastikan Pelayanan Tak Terganggu Pemadaman Listrik

Suasana Bandara Soekarno-Hatta terlihat sepi akibat tingginya harga tiket. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos) - Image

Suasana Bandara Soekarno-Hatta terlihat sepi akibat tingginya harga tiket. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemadaman listrik tidak mempengaruhi kegiatan operasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Bandara dengan kode CGK tersebut dalam kondisi yang normal, baik untuk layanan penerangan dan sistem komputerisasi di Terminal maupun di sisi udara (air side).

Febri Toga Simatupang, Senior Manager Of Branch Communication and Legal, Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengatakan, sistem kelistrikan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dipasok empat gardu listrik dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Dari pasokan tersebut, lalu disalurkan ke main power system (MPS) yang milik PT Angkasa Pura II (Persero). Keempat gardu itu yakni Jakarta Internasional Airport Cengkareng (JIAC) atau Gardu Induk Cengkareng I dan Gardu Induk Cengkareng II serta Gardu Induk Teluk Naga Tangerang dan Gardu Induk Tangerang lama.

"Selain itu seluruh kebutuhan kelistrikan pun di back-up genset serta UPS," kata Febri dalam keterangannya, Minggu (4/8).

Febri tak menampik bahwa Bandara Soetta sempat terdampak gangguan kelistrikan akibat pemadaman listrik dari PLN. Tapi, semuanya bisa teratasi dengan alat bantu genset yang dimiliki oleh perseroan.

“Langsung ter-back-up oleh 17 genset. Sehingga kebutuhan listrik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta aman terkendali. Kondisi operasional normal, tak ada layanan yang terganggu," tukasnya.

Sebelumnya, Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN, I Made Suprateka mengatakan bahwa gangguan tersebut terjadi akibat gangguan yang terjadi pada sisi transmisi ungaran dan pemalang 500 kV. Hal itu mengakibatkan transfer energi dari timur ke barat mengalami kegagalan dan diikuti trip seluruh pembangkit di sisi tengah dan barat Jawa.

Gangguan ini mengakibatkan aliran listrik di Jabodetabek, sebagian jawa barat dan jawa tengah mengalami pemadaman.

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya untuk pemadaman yang terjadi, saat ini upaya penormalan terus kami lakukan, bahkan beberapa Gardu Induk sudah mulai berhasil dilakukan penyalaan," kata Made dalam keterangannya, Minggu (4/8).

Photo

Kondisi kemacetan lalu lintas di Simpang Pejaten akibat listrik yang adam, Pasar Minggu (4//8). (Rieska Virdhani/JawaPos.com)

Selain itu, terjadinya gangguan pada Transmisi SUTET 500 kV mengakibatkan padamnya sejumlah Area Jawa Barat. Pengaturan penormalan dilakukan dari UP2B untuk meminimalisir pemadaman.

“Sekali lagi kami mohon maaf dan pengertian seluruh pelanggan yang terdampak akibat gangguan ini, kami berjanji akan melakukan dan mengerahkan upaya semaksimal mungkin untuk memperbaiki sistem agar listrik kembali normal,” tutupnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore