Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 Juli 2019 | 15.57 WIB

Ojol Diminta Tak Gunakan Kantong Plastik Saat Antar Makanan

Ilustrasi: ojek online. (Prokal.co/JPG) - Image

Ilustrasi: ojek online. (Prokal.co/JPG)

JawaPos.com - Penerapan larangan penggunaan kantong plastik di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), rupanya belum berjalan maksimal. Masih banyak toko yang memberikan kantong plastik kepada konsumennya.

Padahal, larangan penggunaan kantong plastik itu telah diatur Perda Nomor 1 Tahun 2019. Tentunya hal ini menjadi perhatian pemerintah, lantaran sampah plastik ini membahayakan. Pasalnya, 33 persen sampah plastik terbuang ke laut sehingga membahayakan ekosistemnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Suryanto menyampaikan, pihaknya pun tengah memikirkan terobosan baru untuk mengurangi jumlah kantong plastik. Salah satunya, melarang driver ojek online (ojol) menggunakan kantong plastik ketika mengantarkan makanan kepada konsumen.

"Di Banjarmasin sudah diterapkan kayak gitu. Nah, ini di Balikpapan mau kami coba juga," ujarnya dikutip dari Balikpapan Pos (Jawa Pos Group), Minggu (14/7).

Suryanto mengatakan, pihaknya tengah memikirkan cara untuk menerapkan aturan itu. Di Banjarmasin, para driver diminta membawa tas purun saat mengantarkan makanan.

"Nah, mungkin di Balikpapan akan kami pikirkan agar Go Food sekarang ini menyediakan tas khusus. Sehingga nanti makanan itu ditaruh di situ, baru nanti diserahkan ke konsumennya tanpa plastik. Kami akan ikut kebijakan itu. Di Banjarmasin sudah, nah Balikpapan ini lagi kami pikirkan," ungkapnya.

Pasar Tradisional Lebih Sulit Diedukasi

Suryanto mengakui, sejauh ini Perda Nomor 1 Tahun 2019 memang belum berjalan dengan baik. Banyak ditemukan kendala dalam penerapannya, seperti masyarakat yang acuh tak acuh terhadap larangan itu. Oleh karena itu, pihaknya juga berencana menerapkan perda itu di pasar tradisional.

"Sebagian besar sudah nurut untuk retail modern. Cuma 'kan kami sudah keluarkan Perda Nomor 1 Tahun 2019. Nanti di Perda ini akan diberlakukan bukan hanya di retail modern, tapi juga di retail tradisional. Nah, nanti beratnya di situ. Jadi, harus butuh dukungan dari pedagang di pasar untuk tidak menggunakan plastik. Ini yang agak berat," katanya.

Dia menambahkan, larangan penggunaan plastik ini butuh dukungan dari semua pihak. Ini lantaran banyak warga yang masih mengabaikannya. "Memang konsumen untuk membawa tas ramah lingkungan ini butuh sosialisasi ya, jadi butuh dukungan dari masyarakat," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore