
Presiden Jokowi memberikan keterangan pers setelah pelantikan Menteri, Wakil Menteri, dan Anggota Wantimpres Sisa Masa Jabatan 2019-2024 di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/7).
JawaPos.com – Dalam upacara peringatan Hari Bhakti Adhyaksa, Presiden Joko Widodo memperingatkan agar tidak ada lagi jaksa yang bermain-main dalam penanganan perkara. Sebagai aparat penegak hukum, para jaksa harus bersih dan akuntabel.
"Itu wajib. Perbaiki terus pelayanan kepada masyarakat,” katanya kemarin (22/7).
Presiden menegaskan, jangan ada lagi aparat kejaksaan, meski hanya oknum, yang mempermainkan hukum. ”Yang menitip rekanan proyek, menitip barang impor, dan berbagai tindakan tidak terpuji lainnya,” ujarnya.
Kejaksaan, lanjut presiden, adalah lembaga penegak hukum dengan kewenangan yang sangat besar. Mulai kewenangan penyidikan, penuntutan, perampasan dan pengembalian aset, hingga kewenangan-kewenangan lainnya. Kewenangan besar itu harus dimanfaatkan secara benar. Juga, dimanfaatkan secara profesional dan bertanggung jawab.
Jokowi lantas menyampaikan bahwa pesan itu bukan hanya untuk jaksa. Tetapi juga aparat penegak hukum lainnya seperti kepolisian, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta pengawas dan auditor di tingkat pemerintah pusat maupun daerah.
Dalam kesempatan itu, Jokowi menyampaikan apresiasi atas meningkatnya kepercayaan publik untuk kejaksaan. Merujuk sebuah lembaga survei, Jokowi mengatakan, pada Agustus 2022 tingkat kepercayaan publik terhadap kejaksaan mencapai 75,3 persen. Lalu, meningkat jadi 81,2 persen pada Juli 2023. ’’Ini sangat tinggi. Ini angka tertinggi dalam kurun 9 tahun terakhir,” papar mantan gubernur DKI Jakarta itu.
Meski begitu, Jokowi meminta kejaksaan untuk tetap waspada, hati-hati, dan tidak cepat berpuas diri. Menurut dia, kepercayaan masyarakat terhadap kejaksaan harus terus dipertahankan, ditingkatkan, dan diperbaiki. Caranya dengan kinerja yang baik, sistematis, dan terlembaga dengan melakukan transformasi yang terencana serta komprehensif dari pusat sampai ke daerah.
Kemudian, kejaksaan harus terus meningkatkan kualitas SDM melalui perekrutan jaksa yang selektif dan pelatihan yang intensif. Jokowi juga berpesan untuk meningkatkan standar etika profesionalisme dan integritas jaksa. Lalu, meningkatkan efektivitas kerja dan optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi. ’’Permudah akses masyarakat pada pelayanan hukum, tingkatkan keterbukaan informasi, serta responsif menangani laporan-laporan masyarakat,” ucap Jokowi. (wan/c18/fal)

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
