
Dokter Stefanus Taofik semasa hidup
JawaPos.com - Kabar tewasnya dokter spesialis anastesi dr Stefanus Taofik, SpAn yang bertugas di Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya, Tangsel, Banten telah sampai ke kepolisian. Pasalnya beredar kabar kematian Stefanus karena kelelahan saat menjalankan tugas piket lebaran dari rumah sakit.
Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Ahmad Alexander menerangkan, meski belum ada laporan ke polisi, mereka akan mengusut kasus itu. "Iya dong, kami lakukan penyelidikan," terang dia saat dihubungi JawaPos.com, Kamis (29/6).
Dia menuturkan, penyelidikan polisi bukan mutlak harus berdasarkan laporan. Apalagi insiden tewasnya Stefanus ini memang tak ada yang melaporkan. "Enggak ada yang laporan memang, tapi kami akan klarifikasi semua pihak yang mengetahui kejadian itu," tegas dia.
Dalam waktu dekat, mereka akan melakukan klarifikasi kepada pihak rumah sakit. Bagaimana sebenarnya kronologi kematian Stefanus, apakah memang murni sakit atau ada faktor lain yang menyebabkannya tewas. "Ya kami periksa," tambahnya.
Diketahui, korban semula dikabarkan meninggal akibat kelelahan bekerja piket Lebaran di RS Pondok Indah Bintaro Jaya. Pihak rumah sakit membenarkan bahwa almarhum adalah dokter paruh waktu di rumah sakit tersebut. Dokter Stefanus Taofik meninggal dunia pada Senin (26/6) saat melaksanakan tugas piket Lebaran.
"Yang jelas kami saat ini sedang berduka kehilangan sosok dokter Stefanus Taofik," ungkap Humas RS Pondok Indah Bintaro Jaya, Hestia Amriani kepada JawaPos.com, Rabu (28/6).
Awalnya korban memang sedang melaksanakan tugas piket Lebaran. Namun dokter Stefanus tiba-tiba sakit dan meninggal dunia. Pihak rumah sakit tidak memberikan keterangan lebih detail soal penyakit yang diderita almarhum.
"Senin lalu (26/6) saat bertugas. Pada saat jaga almarhumah meninggal dunia. Kalau dari sepengetahuan kami sakitnya apa tentu harus melalui pemeriksaan dulu," kata Hesti.
Namun, pihaknya mengklaim korban sudah bekerja sesuai prosedur dan tidak diforsir dalam waktu lama hingga berhari-hari. Dokter Stefanus Taofik tidak bertugas selama lima hari berturut-turut tetapi hanya 2x24 jam.
"RS kami masih baru. Meskipun kejadiannya memang saat jam jaga tetapi untuk lamanya waktu bekerja menurut kami masih wajar. Saat kejadian tak banyak pasien karena masih tergolong rumah sakit baru," kata Hestia. (elf/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
