Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Juni 2017 | 04.00 WIB

Kematian Dokter Stefanus Taofik Bakal Diusut Polisi

Dokter Stefanus Taofik semasa hidup - Image

Dokter Stefanus Taofik semasa hidup

JawaPos.com - Kabar tewasnya dokter spesialis anastesi dr Stefanus Taofik, SpAn yang bertugas di Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya, Tangsel, Banten telah sampai ke kepolisian. Pasalnya beredar kabar kematian Stefanus karena kelelahan saat menjalankan tugas piket lebaran dari rumah sakit.


Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Ahmad Alexander menerangkan, meski belum ada laporan ke polisi, mereka akan mengusut kasus itu. "Iya dong, kami lakukan penyelidikan," terang dia saat dihubungi JawaPos.com, Kamis (29/6).


Dia menuturkan, penyelidikan polisi bukan mutlak harus berdasarkan laporan. Apalagi insiden tewasnya Stefanus ini memang tak ada yang melaporkan. "Enggak ada yang laporan memang, tapi kami akan klarifikasi semua pihak yang mengetahui kejadian itu," tegas dia.


Dalam waktu dekat, mereka akan melakukan klarifikasi kepada pihak rumah sakit. Bagaimana sebenarnya kronologi kematian Stefanus, apakah memang murni sakit atau ada faktor lain yang menyebabkannya tewas. "Ya kami periksa," tambahnya.


Diketahui, korban semula dikabarkan meninggal akibat kelelahan bekerja piket Lebaran di RS Pondok Indah Bintaro Jaya. Pihak rumah sakit membenarkan bahwa almarhum adalah dokter paruh waktu di rumah sakit tersebut. Dokter Stefanus Taofik meninggal dunia pada Senin (26/6) saat melaksanakan tugas piket Lebaran.


"Yang jelas kami saat ini sedang berduka kehilangan sosok dokter Stefanus Taofik," ungkap Humas RS Pondok Indah Bintaro Jaya, Hestia Amriani kepada JawaPos.com, Rabu (28/6).


Awalnya korban memang sedang melaksanakan tugas piket Lebaran. Namun dokter Stefanus tiba-tiba sakit dan meninggal dunia. Pihak rumah sakit tidak memberikan keterangan lebih detail soal penyakit yang diderita almarhum.


"Senin lalu (26/6) saat bertugas. Pada saat jaga almarhumah meninggal dunia. Kalau dari sepengetahuan kami sakitnya apa tentu harus melalui pemeriksaan dulu," kata Hesti.


Namun, pihaknya mengklaim korban sudah bekerja sesuai prosedur dan tidak diforsir dalam waktu lama hingga berhari-hari. Dokter Stefanus Taofik tidak bertugas selama lima hari berturut-turut tetapi hanya 2x24 jam.


"RS kami masih baru. Meskipun kejadiannya memang saat jam jaga tetapi untuk lamanya waktu bekerja menurut kami masih wajar. Saat kejadian tak banyak pasien karena masih tergolong rumah sakit baru," kata Hestia. (elf/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore