
SEGERA PULANG KAMPUNG: Sebagian harta karun dari Lombok dipamerkan dalam seremoni pengembalian artefak Indonesia di Leiden, Belanda, Senin (10/7).
JawaPos.com - Proses pemulangan atau repatriasi artefak-artefak bersejarah Indonesia dari Belanda menarik perhatian banyak pihak. Pasalnya sebagian artefak itu mempunyai nilai sejarah dan kekhususan lainnya. Termasuk diantaranya arca-arca Candi Singosari di masa kerajaan Kertanegara.
Dosen Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia Prof Irmawati Marwoto mengatakan proses repatriasi atau pemulangan artefak dari Belanda berjalan sejak dua atau tiga tahun lalu. Dia mengatakan sempat terlibat dalam tim repatriasi tersebut.
Irma menuturkan ada sejumlah artefak yang menarik untuk ditunggu kehadirannya di Indonesia. ’’Seperti arca arca dari Candi Singosari,’’ tuturnya pada Rabu (12/7) malam. Dia menuturkan arca dari Candi Singosari memiliki kekhasan tersendiri. Irma menceritakan pada masa itu, Candi Singosari berada di bawah kerajaan Kertanegara.
’’Arcanya mempunya kekhasan seni tersendiri, yang sangat berbeda dengan masa-masa lainya. Ini sangat penting untuk sejarah kita,’’ jelasnya. Irma menceritakan pada dekade 1980-an lalu, Belanda sempat mengadak seminar di Indonesia dan membawa arca dari Candi Singosari tersebut. Tetapi hanya untuk keperluan seminar saja. Setelah itu dibawa kembali ke Belanda.
Koleksi berikutnya yang menarik untuk ditunggu kepulangannya adalah sejumlah perhiasan dari Lombok. Menurut Irma perhiasan-perhiasan tersebut sangat penting untuk sejarah Indonesia. Yaitu menunjukkan begitu majunya seni atau teknologi pembuatan perhiasan pada masa lampau di nusantara.
Irma mengatakan nantinya artefak yang pulang itu diserahkan ke Museum Nasional. Sebelum dipajang, seluruhnya akan ditetapkan dahulu sebagai Benda Cagar Budaya (BCB). Dia menjelaskan Museum Nasional sudah bersiap sejak lama untuk menerima koleksi tersebut. Bahkan mereka juga sudah memiliki gudang khusus penyimpanan koleksi di sekitar Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.
Dia mengakui yang tidak kalah penting dari pemulangan artefak itu adalah pengenalan ke publik. Untuk itu koleksi itu harus dipamerkan dan bisa dipelajari oleh masyarakat. Sehingga masyarakat bisa mengetahui betapa pentingnya koleksi yang berhasil dipulangkan itu. Irman menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang terlibat. ’’Dirjen Hilman Farid luar biasa mengawal program ini,’’ tuturnya. Hilmi Setiawan

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
