Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Juli 2023 | 14.05 WIB

Punya Kekhasan Seni, Pemulangan Arca Candi Singosari Ditunggu Masyarakat

SEGERA PULANG KAMPUNG: Sebagian harta karun dari Lombok dipamerkan dalam seremoni pengembalian artefak Indonesia di Leiden, Belanda, Senin (10/7). - Image

SEGERA PULANG KAMPUNG: Sebagian harta karun dari Lombok dipamerkan dalam seremoni pengembalian artefak Indonesia di Leiden, Belanda, Senin (10/7).

JawaPos.com - Proses pemulangan atau repatriasi artefak-artefak bersejarah Indonesia dari Belanda menarik perhatian banyak pihak. Pasalnya sebagian artefak itu mempunyai nilai sejarah dan kekhususan lainnya. Termasuk diantaranya arca-arca Candi Singosari di masa kerajaan Kertanegara.

Dosen Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia Prof Irmawati Marwoto mengatakan proses repatriasi atau pemulangan artefak dari Belanda berjalan sejak dua atau tiga tahun lalu. Dia mengatakan sempat terlibat dalam tim repatriasi tersebut.

Irma menuturkan ada sejumlah artefak yang menarik untuk ditunggu kehadirannya di Indonesia. ’’Seperti arca arca dari Candi Singosari,’’ tuturnya pada Rabu (12/7) malam. Dia menuturkan arca dari Candi Singosari memiliki kekhasan tersendiri. Irma menceritakan pada masa itu, Candi Singosari berada di bawah kerajaan Kertanegara.

’’Arcanya mempunya kekhasan seni tersendiri, yang sangat berbeda dengan masa-masa lainya. Ini sangat penting untuk sejarah kita,’’ jelasnya. Irma menceritakan pada dekade 1980-an lalu, Belanda sempat mengadak seminar di Indonesia dan membawa arca dari Candi Singosari tersebut. Tetapi hanya untuk keperluan seminar saja. Setelah itu dibawa kembali ke Belanda.

Koleksi berikutnya yang menarik untuk ditunggu kepulangannya adalah sejumlah perhiasan dari Lombok. Menurut Irma perhiasan-perhiasan tersebut sangat penting untuk sejarah Indonesia. Yaitu menunjukkan begitu majunya seni atau teknologi pembuatan perhiasan pada masa lampau di nusantara.

Irma mengatakan nantinya artefak yang pulang itu diserahkan ke Museum Nasional. Sebelum dipajang, seluruhnya akan ditetapkan dahulu sebagai Benda Cagar Budaya (BCB). Dia menjelaskan Museum Nasional sudah bersiap sejak lama untuk menerima koleksi tersebut. Bahkan mereka juga sudah memiliki gudang khusus penyimpanan koleksi di sekitar Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

Dia mengakui yang tidak kalah penting dari pemulangan artefak itu adalah pengenalan ke publik. Untuk itu koleksi itu harus dipamerkan dan bisa dipelajari oleh masyarakat. Sehingga masyarakat bisa mengetahui betapa pentingnya koleksi yang berhasil dipulangkan itu. Irman menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang terlibat. ’’Dirjen Hilman Farid luar biasa mengawal program ini,’’ tuturnya. Hilmi Setiawan 

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore