Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Juli 2017 | 17.11 WIB

Penggerebekan Beras, Mentan Pencitraan?

Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. - Image

Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.


JawaPos.com - Dianggap ada manipulasi harga gabah dan beras jadi, gudang beras milik PT Indo Beras Unggul (PT IBU) digerebek oleh pihak kepolisian, padan Kamis (20/7) malam.


Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto meminta kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjelaskan kenapa ada penggerebekan itu.


Sebab informasi yang didapatnya, beras itu bukan dari subsidi Bulog. Melainkan perusahaan itu membeli langsung dari petani.


"Yang ditangkap bukan beras subsidi harus menjelaskan ke masyarakat, ini kan yang ada menguntungkan petani," ujar Darmadi dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Sabtu (21/7).


Bendahara Megawati Institute ini curiga, penggerebekan yang dilakukan Mentan itu lantaran ingin mencari sensasi atau mencari muka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Apalagi saat ini muncul wacana Presiden Jokowi ingin melakukan reshuffle atau perombakan kabinet.


"Jadi memang dugaan saya Mentan hanya cari sensasi dan popularitas," cetusnya.


Oleh sebab itu, satgas pangan harus melakukan penelitian apakah benar yang dijual dengan harga premium adalah beras subsidi dari Bulog. Jangan langsung percaya begitu saja.


"Jangan sampai dijebak dengan informasi palsu dan tidak akurat," pungkasnya.


Sekadar informasi sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memimpin langsung penggerebekan penimbunan beras yang dilakukan oleh PT IBU. Sebanyak 1.161 ton beras telah disita.


Pabrik itu diketahui berlokasi di Jalan Rengas KM 60 Kecamatan Kedung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dalam sidak itu Tito juga didampingi oleh Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman.


Dari penggerebekan tersebut, sebanyak 15 orang telah diamankan oleh Korps Bhayangkara terkait penimbunan beras itu. Modusnya mereka menjual beras jenis IR64 dengan label Cap Ayam dan Maknyuss dengan harga Rp 20 ribu. ‎Padahal itu adalah beras medium yang disubsidi oleh pemerintah dengan harga Rp 9 ribu. 




Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore